Hambat Verifikasi Faktual, Panwas Harus Tegas, Jangan Biarkan!!

Hambat Verifikasi Faktual, Panwas Harus Tegas, Jangan Biarkan!!

RadarMakassar.com– Setelah mendengar kelompok relawan tim Appi-Cicu yang ikut memantau dengan memotret jalannya verifikasi faktual Calon Walikota dan Wakil Walikota jalur perseorangan pasangan Danny Pomanto- Indira Mulyasari (DIAmi) dilakukan Panitia Pemungutan Suara (PPS) kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini. Hal itu menimbulkan reaksi keras dari sang penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.

Menurut Anggota KPU Makassar, Abdullah Mansyur menegaskan, bila mana Panwas Kecamatan mendampingi aparatnya sedang bertugas, kalau ada relawan yang mengganggu, sebaiknya langsung ditegur. Sehingga prihal itu bisa terlaksana dengan baik dan lancar.

“Jika ada parpol ikut verifikasi dan memberikan perintah kepada PPS. Kasihan anggota (PPS) kami yang sedang menjalankan tugasnya. Kalau ingin memantau sebagai masyarakat, tidak dilarang?, asalkan jangan keluarkan kata-kata dan memotret,”jelasnya.

Abdullah Mansyur berharap, bila mana verifikasi ini dapat terlaksana dengan baik, agar Pilwali Makassar berjalan aman dan tentram.

Terpisah, PPS Kelurahan Banta-Bantaeng, Andi Asriani menerangkan, tim Appi-Cicu datang di kantor lurah ingin menjadi saksi. Tapi ia rasa, hal itu berimbas dengan kejadian sebelumnya.

“Pada saat itu, saya turun di RT6/ RW 5 menjalankan verifikasi faktual, akan tetapi warga tidak ada yang mau bicara,”katanya.

Setelah berselang beberapa menit, ada warga bernama Sulaiman yang mengaku sebagai ketua RT.

“Dia (Sulaiman) bertanya kenapa? wilayahnya tak diverifikasi. Saya lalu bilang. Keadaan tak kondusif,”cetusnya.

Lebih jauh, lanjutnya, saat itu warga terkesan berhati-hati, jika ditanya dari PPS. Kalau menjawab langsung ditangkap polisi.

“Saya bicarakan baik-baik kepada pak Sulaiman, kenapa harus terjadi!!. Tapi pria itu mau mengambil berkas verifikasi faktual, karena alasan mau dicocokkan warganya yang mendukung pasangan DIAmi.

Namun saya tantang, “anda tak punya hak”. Setelah itu saya laporkan di kantor Kelurahan Banta-Bantaeng, sebab Sulaiman ini mengaku menjadi ketua RT. Saat ditanya oleh Seklur Bantang- Bantaeng. Ternyata bukan, tapi anaknya. Jadi verifikasi dihentikan,”ceritanya. (**)

 

Penulis : Fadly Indra

No Responses

Leave a Reply