Kepala Daerah Diminta Lebih Berhati-hati dalam Pelaksanaan Pembangunan

Kepala Daerah Diminta Lebih Berhati-hati dalam Pelaksanaan Pembangunan

RadarMakassar.com – Para kepala daerah se-Sulsel diminta untuk bertindak lebih hati-hati dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan, guna meminimalkan resiko dan peluang terjadinya penyimpangan. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, saat menghadiri Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI atas Pemeriksaan Belanja Barang dan Jasa Tahun Anggaran 2017 dan Pemeriksaan Kinerja atas Efektivitas Upaya Pemda dalam Pemenuhan Kebutuhan Guru dan Tenaga Kependidikan yang Profesional Tahun Anggaran 2015-2017 Semester 1 pada Pemprov Sulsel, di kantor BPK, Jumat (22/12/2017).

Agus mengatakan, kehatian-hatian itu harus dimulai dari perencanaan yang terukur, pelaksanaan kegiatan secara baik, hingga melakukan evaluasi secara periodik.

“Selain itu, juga harus dilakukan peningkatan kualitas SDM agar tidak terjadi penyimpangan,” kata Agus,

banner 728x90

Pada kesempatan tersebut, Agus juga mengimbau tim tindak lanjut di masing-masing Pemda se-Sulsel, agar melakukan upaya maksimal dalam menindaklanjuti rekomendasi BPK-RI yang tertuang dalam LHP.

Menurutnya, akuntabilitas adalah kunci utama pengelolaan keuangan negara atau daerah, yang harus diterapkan pada setiap entitas dalam pelaksanaan penyelenggaraaan pemerintah, termasuk belanja daerah. Baik itu belanja modal maupun barang dan jasa.

“Setiap belanja harus dipertanggungjawabkan sesuai dan sejalan dengan standar akuntanai pemerintah. APBD dan APBN harus mendapatkan pengawalan ekstra, baik dari lembaga pengawasan internal maupun eksternal, agar tepat sasaran,” imbuhnya.

Agus menambahkan, pemeriksaan BPK menjadi sangat penting dan strategis. Pasalnya, hasil pemeriksaan tersebut menjadi value bagi pemerintah daerah untuk menjadi entitas dan membangun kepercayaan publik dalam pembangunan.

“Terlebih, hasil pemeriksaan BPK juga mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan sistem pengelolaan keuangan, untuk mencegah dan mendeteksi terjadinya penyimpangan,” ujarnya. (**)

Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply