Rp433 Juta Disita dari Anak Buah Syahrul

Rp433 Juta Disita dari Anak Buah Syahrul
Rilis Kasus OTT Kepala UPTD Dinas Perdagangan Sulsel di Mapolda Sulsel, Kamis (28/12). Foto : ist

RadarMakassar.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel melakukan gelar perkara pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor UPTD Balai Pelayanan Logistik Perdagangan (BPLP) Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel, Kamis (28/12/2017).

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menjelaskan, OTT ini berawal dari informasi yang diterima Subdit 3 Tipikor pada awal Desember 2017 tentang adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) di UPTD BPLP Finas Perdagangan Provinsi Sulsel.

“Dugaan TPK yang dimaksud terkait dengan penyewaan Ballroom Dinas Perdagangan Sulsel yang lokasinya berada dekat dengan Celebes Convention Centre (CCC), dimana hasil penyewaan tidak disetorkan ke kas daerah, termasuk penggunaan APBD TA 2017 atas beberapa kegiatan penunjukan langsung di UPTD BPLP Dinas Perdagangan Sulsel. Dimana setiap pembayaran dari nilai kontrak penunjukan langsung dilakukan pemotongan oleh Nur Asikin selaku kepala UPTD BPLP Dinas Perdagangan Sulsel sebesar 65% dari nilai kontrak,” terang Dicky.

Subdit 3 Tipikor yang memdapatkan informasi tersebut, lanjut Dicky, kemudian melakukan pemantauan atas kegiatan pemotongan 65% yang dilakukan oleh anak buah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini atas pekerjaan penunjukan langsung, hingga pada akhirnya dilakukan OTT. 

“Petugas menemukan barang bukti berupa uang sebesar Rp350 juta di ruangan kepala UPTD dan di ruangan staf sebesar Rp83,6 juta,” ungkapnya. 

Dicky menjelaskan, kronologis kejadian dimulai pada pukul 10.00 Wita, dimana Malik selaku kontrator pelaksana penunjukan langsung mengantarkan uang sebesar Rp350 juta kepada Nur Asikin. Pukul 11.44 Wita, Tim Subdit 3 Tipikor melakukan OTT di kantor UPTD BPLP Dinas Perdagangan Sulsel, dan ditemukan sejumlah barang bukti.

“Adapun yang disita yaitu buku rekening Nur Asikin, dokumen penyewaan Ballroom Dinas Perdagangan, dokumen seteron sewa, dan dokumen SPK atas barang bukti uang tersebut,” papar Dicky.

Dicky menambahkan, pelaku dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a, huruf b sub-Pasal 12 UU No 31 juncto UU Tipikor dengan ancaman hukuman lebih dari 4 tahun penjara. (*)

Penulis : Muh Chaidir

 

One Response

  1. adi yusmanDecember 29, 2017 at 4:21 amReply

    Minta kontak harian radar makassar dong mas.. tq

Leave a Reply