Ditanya Soal Perjalanan Politiknya di Pilgub Sulsel, Ini Kata TBL

Ditanya Soal Perjalanan Politiknya di Pilgub Sulsel, Ini Kata TBL

RadarMakassar.com – Bakal calon wakil gubernur Sulsel periode 2018-2023, Tanribali Lamo (TBL) meminta kepada para relawan, simpatisan dan pendukungnya untuk kembali melanjutkan pekerjaan (sosialisasi) yang beberapa waktu lalu sempat terhenti, karena adanya perubahan konstelasi politik jelang Pilgub Sulsel 2018.

Menurut purnawirawan TNI berpangkat mayor jenderal itu, perubahan-perubahan tersebut merupakan dinamika politik yang sebisa mungkin harus dimaknai secara positif.

“Saya hanya minta terus didoakan, dan mari kita lanjutkan apa yang kemarin sempat kita kerjakan. Lanjutkan pekerjaan itu,” kata Pejabat Gubernur Sulsel tahub 2008 itu.

Disinggung soal keputusan Nurdin Abdullah (NA) yang beberapa waktu lalu secara tiba-tiba memutuskan untuk menggantinya di posisi wakil gubernur dengan Andi Sudirman Sulaiman (ASS), Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri yang saat ini digandeng oleh Agus Arifin Nu’mang (AAN) sebagai wakilnya untuk bertarung di Pilgub Sulsel 2018 itu meminta agar hal itu tidak perlu terlalu dibesar-besarkan.

“Itu semua bagian dari dinamika politik. Sekarang, kalau mau tulis atau bikin berita, tulis yang baik-baik saja. Tidak usah diingat lagi yang lalu-lalu. Kita harus menatap kedepan, dan berjuang untuk membawa Sulsel ke arah yang lebih bagus,” tuturnya.

Menurutnya, Pilkada adalah ajang bagi para kandidat untuk saling beradu ide, gagasan dan program.

“Pilkada itu tidak boleh menghilangkan atau memutus silaturrahmi. Pilkada itu bukan pertarungan, tapi lebih kepada bagaimana mengadu gagasan. Biar nanti rakyat sendiri yang melihat dan menilai, mana kandidat yang paling pantas untuk melanjutkan pembangunan di Sulsel,” ujar lulusan Akademi Militer tahun 1974 itu.

Lebih jauh, TBL juga mengaku memiliki alasan tersendiri sehingga memutuskan mau mendampingi AAN di Pilgub Sulsel 2018.

“Beliau (AAN) orang baik, matang di pemerintahan, punya prinsip, komitmen dan konsisten. Beliau juga salah satu dari 4 persen pasangan kepala daerah yang tidak pernah berkonflik selama masa jabatannya,” ungkapnya. (**)
Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply