Catat!! Napi Lapas Atur Oknum Polisi Edarkan Sabu

Catat!! Napi Lapas Atur Oknum Polisi Edarkan Sabu

Radar Makassar.com – Sindikat perederan narkoba dari dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kembali terungkap. Kali ini 7 orang termasuk satu orang oknum polisi yang diamankan oleh Satuan Narkoba Polrestabes Makassar diketahui dikendalikan oleh salah seorang narapidana kasus Narkoba di Lapas Bolangi Kabupaten Gowa.

Ketujuh orang sindikat narkoba Makassar yang diamankan dibeberapa tempat berbeda itu adalah A (32) CAI (29), J (43), JF (33), IR (32) E (37), dan Bripka SI (42). Mereka mengakui transaksi narkoba yang selama ini dijalankan diatur oleh napi di Lapas khusus Narkoba di Kabupaten Gowa berinisial H.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengatakan, berdasarkan keterangan sindikat narkoba yang ditahan tersebut, pihaknya akan melakukan pengembangan dengan melakukan pemeriksaan kepada napi yang dimaksud.

“Yang jelas pelaku yang mengatur transaksi adalah salah seorang tahanan di Lapas Bollangi, nanti akan kita periksa, nanti seizin dari Kalapas. Lalu kita bawa ke sini, kalau tidak periksa di lapas dan akan tetapkan sebagai tersangka,” kata Diari, Senin (16/1).

Penangkapan dan pengungkapan sindikat narkoba ini kata Diari, berdasarkan pengembangan atas tertangkapnya tiga tersangaka yakni A (32), salah seorang perempuan berinisial CAI (29), dan J (43) di Losmen Samalona Jalan Samalona Kecamatan Wajo Kota Makassar.

“Kemudian pada kamis 4 januari lalu, di Jalan Bukit Sejahtera Kelurahan Parangloe Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar mengamankan IU alias A (32) dengan barang bukti enam paket sabu, timbangan digital dan alat isap,” jelasnya.

Selanjutnya tim kembali melakukan pengembanagan dan menangkap EG alias E (37) di Pondok Lasinrang Jalan Sahabat Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Dari keterangan E, pada Jumat 12 Januari pinggir jalan Perintis kemerdekaan kembali dilakukan pengakapan terhadap J (33).

“Selama ini mereka diatur atau dikoordinir oleh salah satu napi di lapas bollangi berinisial H serta salah satu oknum anggota kami di Polri, Bripka SI. Barang bukti yang disita beberapa handphone kartu ATM dan rekening koran bukti transfer rekening pelaku,” ungkapnya.

Oknum polri yang bertugas disalah satu Polsek di Makassar itu kata Astetika diketahui merupakan atasan bagi sindikat yang ditangkap sebelumnya. Ia berperan menyalurka dana untuk membiayayi tranksaksi Narkoba. Meskipun berstatus sebagai anggota Polri, astetika menegaskan akan tetap memproses oknum polisi itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Bripka SI menyalurkan dananya hingga transaksinya hampir 1 kilo itu sekitar 2 atau 3 bulan terakhir sebelum masuk bulan Desember kemarin. Tapi berdasarkan hasil Lab, urine SI itu negatif. Tetap kita proses tanpa pandang bulu sesuai arahan Kapolrestabes Makassar dan sesuai aturan yang belaku,” tegasnya.

Berdasarkan perbuatan para pelaku, mereka terancam dihukum sesuai dengan ketentuan pasal 132 subsider pasal 114 junto pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup maksimal hukuman mati.

Sebelumnya diketahui, peredaran narkoba dari dalam lapas ini juga perna terungakap pada Jumat (17/11) tahun lalu. 6 orang pengedar narkotika jenis Ekstasi sebanyak 900 butir pil, yang mengaku diarahkan oleh Amir alias Aco, terpidana hukuman mati atas kasus narkoba di Lapas Kelas I Makassar. (**)

 

Penulis : Rustam

Editor : Fadly Indra

No Responses

Leave a Reply