Aspirasinya Tak Dihiraukan Pihak Yayasan, Mahasiswa UIT Gelar Doa Bersama

Aspirasinya Tak Dihiraukan Pihak Yayasan, Mahasiswa UIT Gelar Doa Bersama

RadarMakassar.com – Menganggap aspirasi atas aksi yang baru-baru ini mereka gelar tidak dihiraukan oleh pihak Yayasan Indonesia Timur (Indotim), Ratusan mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) kembali mengelar aksi, namun kali ini aksi digelar berbeda.

Para mahasiswa yang menuntut kejelasan atas beberapa tuntutan, mengelar aksinya dengan cara berkumpul duduk bersama sambil berdoa di depan kampus V UIT, Jalan Abdul Kadir, Senin (22/1/2018). Selain itu, mereka juga melakukan orasi untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Koordinator aksi, Mukhtar A Mandar mengatakan, aksi lanjutan ini adalah buntut dari tidak dihiraukannya apirasi mereka, sebab pihak yayasan belum memperbaiki sarana dan prasarana kampus. Selain belum mengantongi akreditasi institusi dan fakultas kata dia, Pihak yayasan juga diduga sengaja tidak mau memperbaiki kondisi kampus.

“Kami menilai ketua Yayasan memang tak punya niat untuk memperbaiki kampus, karena selama ini mahasiswa hanya terus dipungut biaya BPP tapi uang itu tidak mau digelontorkan untuk membiayai perbaikan sarana dan prasrana kampus, termasuk akrediktasi,” ungkapnya.

Presiden BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) itu amat menyangkan sikap pengelolah kampus, yang tak seakan tak bergeming meski mahasiswa sudah berkali-kali melakukan aksi unjuk rasa yang meminta pihak yayasan agar dapat berbuat untuk memperbaiki kampus mereka.

“Banyak sekali masalah yang tak mau diselesaikan pihak kampus, mulai dari akredikatasi kampus, akrediktasi prodi, kualifikasi dosen yang hanya Strata 1, gaji dosen yang belum terbayarkan. Itu semua saya kira seharusnya dapat diperbaiki pihak yayasan,” jelasnya.

Dengan begitu, ia pun mempertanyakan pengunaan biaya pendidikan yang setiap semester yang dibayar oleh mahasiswa, menurutnya BPP yang mereka bayarakan tidak digunakan oleh pihak yayasan untuk membiayai pendidikan. Malah kata di gunakan untuk hal lain, diluar kepentingan penyelengaraan pendidikan.

“Itulah kami melakukan aksi damai ini, dengan cara melakukan doa bersama, karena jika hanya aksi biasa sudah seeing kami lakukan namun tak perna digubris, mudah-mudahan dengan doa bersama ini, hati ketua yayasan dapat terketuk,” ungkapnya. (**)

Penulis : Rustam

No Responses

Leave a Reply