Lewat Konsep LABUBA MALABO, Agus-TBL Usung Program Penyempurnaan Pembangunan

Lewat Konsep LABUBA MALABO, Agus-TBL Usung Program Penyempurnaan Pembangunan

RadarMakassar.com – Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, yang juga bakal calon gubernur Sulsrl petiode 2018-2023, mengatakan bahwa pemimpin Sulsel kedepan tinggal melanjutkan pembangunan, yang pondasinya telah dibangun cukup baik oleh pemerintahan saat ini.

Menurut politisi yang dikenal santun tersebut, dalam pembangunan selalu ada hal yang harus diprioritaskan, misalnya pertumbuhan atau pemerataan.

“Biasanya itu pertumbuhan dulu, baru kemudian diikuti dengan pemerataan. Saat ini kan pertumbuhan Sulsel cukup tinggi, tinggal dievaluasi bagaimana menyempurnakannya dengan pemerataannya,” kata Agus, Selasa (23/1/2018).

Olehnya itu, Agus mengaku telah merancang program pengembangan kawasan dengan lima titik tumbuh baru yang menyentuh dan menghubungkan kawasan dataran rendah (pesisir) dengan dataran tinggi (pegunungan).

Lima titik tumbuh baru dengan konsep pengembangan kawasan tersebut meliputi tiga kawasan pegunungan, yakni Latimojong, Bulusaraung dan Latimojong, serta dua kawasan pesisir yang meliputi Selat Makassar (Laut Flores dan Teluk Bone atau disingkat LABUBA MALABO.

Konsep ini, kata dia, dirancang untuk melanjutkan dan menyempurnakan (melakukan pemerataan) pembangunan yang telah dicapai Sulsel saat ini.

“Pusat pertumbuhan ekonomi akan kita dorong. Tentu nanti ada kebijakan khusus dari gubernur untuk mendukung itu. Misalnya Parepare, Palopo, Watampone dan Bulukumba jadi kota niaga baru. Ini tugas kami. Tentunya harus bekerjasama dengan kabupaten/kota untuk mendorong terwujudnya kota niaga baru,” paparnya.

Bakal calon gubernur yang menggandeng Mayjen TNI (Purn) Tanribali Lamo (TBL) sebagai wakilnya itu meyakini bahwa konsep LABUBA MALABO yang diusungnya tersebut akan mampu menjadi solusi dari permasalahan yang dialami Sulsel saat ini. Pasalnya, konsep tersebut berkaitan erat dengan program yang telah dilaksanakan di Provinsi Sulsel selama ini.

“Ibaratnya, kalau saya dokter, saya sudah tahu sakitnya ini, obatnya ini. Artinya, kalau saya diamanahkan, tentu saya sudah tidak harus mendignosa, karena sudah tahu apa yang harus dilakukan,” pungkasnya. (**)
Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply