Ini Alasan Agus Tak Latah Kunjungi Daerah Terpencil Jelang Pilgub

Ini Alasan Agus Tak Latah Kunjungi Daerah Terpencil Jelang Pilgub

RadarMakassar.com – Jelang pelaksanaan Pilkada, tak heran jika para kandidat calon kepala daerah berlomba-lomba mengunjungi wilayah terpencil atau daerah-daerah yang masih terisolir karena belum memiliki akses jalan layak untuk dilewati alat transportasi seperti mobil dan sepeda motor. Hal ini tidak lain dilakukan untuk meraih simpati dengan mencoba menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di sekitar daerah tersebut. 

Untuk memudahkan akses kunjungannya ke lokasi-lokasi tersebut, para kandidat itupun memilih untuk menggunakan alat transportasi yang bisa menjangkau daerah-daerah terisolir itu dengan mudah, yakni helicopter. 

Anehnya, jika para kandidat lain berlomba-lomba mengunjungi daerah-daerah terpencil dan terisolir tersebut jelang pelaksanaan Pilkada, wakil gubernur Sulsel dua periode, Agus Arifin Nu’mang, yang juga bakal calon gubernur Sulsel periode 2018-2023 justru masih sibuk dengan tugasnya sebagai wakil gubernur, dan tidak “latah” untuk berkunjung ke daerah terpencil untuk mencoba meraih simpati masyarakat. 

Koordinator tim media keluarga Agus Arifin Nu’mang, Fauzan mengatakan, hal itu bukan tanpa alasan. Selain tidak ingin meninggalkan tugasnya mendampingi Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo sebelum masuk masa cuti kampanyenya, sikap Agus yang tetap fokus pada tugasnya sebagai wakil gubernur itu merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat Sulsel yang telah mengamanahkan jabatan wakil gubernur Sulsel kepadanya. 

“Bapak (Agus) ingin menunjukkan atau memberikan contoh baik kepada calon kepala daerah petahana yang lain untuk tetap menjalankan tugas pemerintahan, sampai batas waktu cuti kampanye bagi calon petahana dimulai. Ini bentuk tanggung jawab moral seorang Agus Arifin Nu’mang terhadap amanah masyarakat Sulsel,” kata Fauzan, kemarin. 

Selain itu, lanjut Fauzan, Agus yang maju di Pilgub Sulsel berpasangan dengan Tanribali Lamo juga tidak ikut-ikutan berlomba-lomba mengunjungi daerah terpencil dan terisolir jelang pelaksanaan Pilkada, sebab jauh hari sebelumnya, Agus yang memang memiliki hobby offroad itu sudah mengunjungi hampir semua daerah-daerah terpencil di Sulsel, guna melihat langsung kondisi masyarakat di lokasi tersebut. 

“Kalau ke Sekko di Luwu Utara, bapak mungkin pejabat yang pertama kali berkunjung disana. Tahun 2012 atau 2013 lalu bapak sudah kesana. Dan bukan naik helicopter, tapi bapak naik motor kesana. Waktu itu bapak start dari Limbong. Sekitar 9 jam perjalanan menggunakan sepeda motor melewati medan yang tidak layak dilalui kendaraan, baru bapak tiba di Sekko. Beberapa tahun kemudian, bapak kembali kesana dengan menggunakan mobil bersama teman-teman offrader. Start dari Sabbang, dan setelah 12 jam perjalanan baru tiba di Sekko,” ungkapnya. 

Menurut Fauzan, hal itu dilakukan Agus untuk bisa mengetahui dan merasakan langsung kondisi dan penderitaan masyarakat di lokasi tersebut. Selain Sekko, lanjut Fauzan, beberapa daerah terpencil lainnya, seperti Walemping (Soppeng), Bonto Cani (Bone), dan Kahayya di Bulukumba juga sudah di kunjungi Agus. 

“Bapak memang sering masuk dan membuka akses jalan ke daerah-daerah terpencil bersama teman-teman offroader Sulsel. Bapak pernah dari Gowa membuka jalur ke daerah dataran tinggi Kahayya di Bulukumba, pernah juga membuka jalur dari Pinrang -Mamasa-Toraja lewat Bakaru-Suppirang. Jadi kalau kandidat lain baru kesana jelang Pilkada, bapak sudah lama dan beberapa kali ke sana,” ujarnya. 

Fauzan menambahkan, program pengembangan wilayah berbasis kawasan dengan lima titik tumbuh baru yang menyentuh dan menghubungkan kawasan dataran rendah (pesisir) dengan dataran tinggi (pegunungan) yang diusung Agus Arifin Nu’mang bersama Tanribali Lamo sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel periode 2018-2023 itu tak terlepas dari apa yang sudah dilihat dan dirasakan langsung oleh Agus, ketika mengunjungi daerah-daerah terpencil di Sulsel. 

“Jadi, konsep pengembangan wilayah berbasis kawasan dengan lima titik tumbuh baru yang diberi nama Labuba Malabo yang diusung bapak itu bukan sekedar meraba-raba. Tapi itu memang pemikiran yang didasarkan dari hasil peninjauan langsung ke seluruh daerah-daerah di Sulsel,” tutupnya. (**)

Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply