Agus : Sulsel Sudah Terbiasa Hidup Rukun

Agus : Sulsel Sudah Terbiasa Hidup Rukun

RadarMakassar.com – Jauh sebelum lahirnya negara Kesatuan Republik Indonesia, Sulawesi selatan merupakan daerah yang sudah terbiasa untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Bukti nyata keberhasilan Sulawesi Selatan menjaga kerukunan antar umat beragama tersebut pun berimplikasi pada kemajuan pesat yang berhasil dicapai saat ini.

“Sulsel adalah salah satu daerah yang sudah terbiasa dengan kerukunan. Bahkan sebelum republik ada, kami sudah hidup rukun,” kata Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang, saat menghadiri pembukaan Sidang MPL PGI di Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL), Jalan Pattimura, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Jumat (26/1/2018).

Secara geografis, kata dia, Sulawesi Selatan dihuni oleh empat suku besar, ykni Makassar, Bugis, Mandar Toraja, yang hidup saling berdampingan dan selalu menjaga kerukunan satu sama lain.

Bakal Calon Gubernur Sulawesi Selatan periode 2018-2023 itu menyebut, salah satu contoh nyata kerukunan umat agama yang terbina di Sulawesi Selatan adalah terpeliharanya peradaban di Toraja dengan simbol agama kristiani yang begitu kuat.

“Toraja memiliki simbol kuat agama Kristiani dengan dibangunnya patung raksasa Yesus. Dan simbol religi umat Kristiani ikut dijaga oleh seluruh masyarakat Sulawesi selatan,” terangnya.

Bercermin pada kerukunan antar umat beragama yang sejak dulu terbangun di Sulawesi Selatan, lanjut Agus, hal itu menjadi bukti bahwa terjadinya konflik tidak semata-mata disebabkan oleh disebabkan oleh perbedaan agama.

“Tapi konflik lebih sering disebabkan oleh kesenjangan ekonomi,” ujarnya.

Agus menambahkan, sampai saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, terus mendorong agar ekonomi rakyat meningkat.

“PDRB di Sulsel alhamdulillah terus meningkat selama 10 tahun terakhir. Ini tak twrlepas dari keberhasilan seluruh elemen masyarakat di Sulawesi Selatan untuk bersama-sama menjaga kebersamaan dan kerukunan satu sama lain,” tutup Agus. (**)
Editor : Opa 

No Responses

Leave a Reply