KAI Gembleng 40 Calon Advokat

KAI Gembleng 40 Calon Advokat

RadarMakassar.com – Sedikitnya 40 orang calon Advokat digembleng melalui Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselengarakan oleh Kongres Advokat Indonesia (KAI) bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Kegiatan yang akan digelar di UMI mulai 26-20 Januari ini terselenggara atas bantuan dari Pemerintah Kota Makassar melalui Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Hukum dan HAM Pemkot Makassar, Umar mengatakan,
Kerjasama dengan beberapa lembaga hukum ini, adalah salah satu program Pemkot Makassar dalam hal bantuan hukum.

Pasalnya, kata dia, program bantuan hukum bagi masyarakat miskin disalurkan tidak secara langsung bagi masyarakat, melainkan dengan cara bekerjasama dengan lembaga bantuan hukum yang kredibel dan telah terakreditasi.

Ia menjelaskan, pemerintah tidak menyelengarakan atau turun langsung untuk membantu masyarakat secara teknis mendampingi di pengadilan.

“Kami (pemerintah) tidak turun langsung, tapi kami serahkan pada lembaga bantuan hukum. Jadi lembaga bantuan hukum yang melaksanakan program bantuan hukum kami. Pemkot Makassar dalam tataran ini hanya menyediakan anggaran melalui APBD sesuai kemampuan keuangan daerah, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” terang Umar, Jumat (26/1/2018).

Olehnya itu, Umar berharap agar pelatihan calon advokat ini dapat menghasilkan pendamping hukum bagi masyarakat yang mengunakan hati nurani dalam menjalanlan tugas-tugasnya dalam membela hak-hak masyarakat miskin.

“Kami harapkan teman-teman yang nanti lulus dalam pelatihan advokat ini punya hati nurani dalam menjalankan tugasnya mendampingi masyarakat kecil. Jangan kalau sudah menyandang gelar advokat, nanti hanya membela orang-orang yang punya kapasitas lebih. Ini juga bagian dari bagaimana mencerdaskan masyarakat kita,” ujarnya.

Sementara, Ketua KAI DPD Sulsel, Muhammad Israq Mahmud mengatakan, pelatihan ini dilakukan untuk mentransformasi nilai-nilai advokat dalam menajalankan tugas pendampingnya kepada masyarakat.

Dalam menjalankan tugas, kata dia, seorang advokat harus dibekali dengan standar-standar pendampingan yang baik.

“Semua standar pendidikan advokat harus merujuk pada standar KAI. Untuk itu, saya berharap kegiatan pendidikan advokat ini dapat berjalan lancar, karena ini sangat menunjang perjalan profesi advokat nantinya,” ujarnya. (**)

Penulis : Rustam
Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply