Ditanya Soal Komitmen Anti Korupsi, Ini Jawaban Agus

Ditanya Soal Komitmen Anti Korupsi, Ini Jawaban Agus

RadarMakassar.com – Jelang Pilgub Sulsel, para kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur gencar menyampaikan pernyataan terkait komitmen anti korupsinya untuk meraih simpati masyarakat, dengan harapan nantinya bakal dipilih saat hari pencoblosan.

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, yang juga bakal calon gubernur Sulsel sendiri saat ditanya terkait komitmen anti korupsinya mengatakan bahwa hal tersebut bukan hanya sebatas diucapkan, akan tetapi harus ditunjukkan dengan sikap dan perilaku.

“Saya tidak perlu banyak bicara soal itu (anti korupsi), kan bisa dilihat sendiri bagaimana saya selama menjabat sebagai Ketua DPRD Sulsel dan dua periode sebagai wakil gubernur,” kata Agus, saat ditemui di Kantor Gubernur, Senin (29/1/2018).

Sebelumnya, sosok yang dikenal sebagai politisi santun itu mengatakan bahwa pencegahan korupsi harus dimulai sejak dini dari lingkungan keluarga, dengan memberikan contoh mengenai hal-hal kecil, yang selama ini kebanyakan orang menganggapnya sepele.

“Salah satunya seperti memberikan contoh untuk selalu on time (tepat waktu). Kita harus bisa memberikan contoh kepada keluarga dan para staf. Bagaimana mau mencegah korupsi kalau kita sendiri tidak beres,” ucapnya.

Hal itu, kata dia, perlu dilakukan karena negara memberikan hak berupa gaji, tunjangan, cuti, dan lain-lain. Sedangkan kewajiban yang diberikan adalah bekerja sesuai dengan aturan jam kerja dan tanggung jawab masing-masing.

“Walaupun memang yang dianggap korupsi selama ini adalah yang merugikan keuangan negara dan memperkaya diri sendiri atau orang lain, tapi sebenarnya kalau sering terlambat atau ngaret, itu juga kan sudah korupsi waktu,” ujar sosok yang dikenal sangat disiplin dengan waktu tersebut.

Lebih jauh, Agus yang di Pilgub Sulsel nanti akan berpasangan dengan Tanribali Lamo itu mengungkapkan bahwa selama hampir 10 tahun masa kepemimpinan bersama Guber ur Sulsel Syabrul Yasin Limpo, pihaknya terus berusaha untuk melakukan upaya-upaya pencegahan korupsi. Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengupayakan peningkatan kesejahteraan pegawai lingkup Pemprov Sulsel, dalam bentuk pemberian tunjangan pakasi untuk seluruh staf dan pegawainya sebesar kurang kebih Rp2 juta perbulan.

“Lumayan lah untuk membantu. Selain untuk memacu semangat kerja para pegawai, ini juga salah satu upaya kita untuk mensejahterakan pegawai. Jika para pegawai sudah sejahtera, secara otomatis keinginan untuk melakukan hak-hal yang menyimpang, termasuk korupsi itu bisa hilang dengan sendirinya,” pungkasnya. (**)

Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply