Genjot Penciptaan Enterpreneur Muda, Diskop Sulsel Jalankan Program YES

Genjot Penciptaan Enterpreneur Muda, Diskop Sulsel Jalankan Program YES

RadarMakassar.com – Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM Provinsi Sulsel terus menggenjot penciptaan entrepreneur atau wirausahawan. Kali ini, melalui program Young Entrepreneur School (YES) Sulsel, Dinas koperasi menyasar para remaja (pelajar).

Kepala Diskop dan UKM Provinsi Sulsel, Abdul Malik Faisal mengatakan, program YES merupakan program gratis untuk mendidik generasi muda menjadi seorang entrepreneur atau wirausahawan yang mandiri, berkualitas, bersaing, kreatif, inovasi,dan modern.

“Target untuk tahun pertama ini, akan ada sekitar 600 alumnus yang berasal dari pelajar se-Kota Makassar. Setiap kelas terdiri atas 20 orang. Sementara ini, kelas pertama di angkatan pertama ada 2 kelas, yakni siswa dari SMAN 17 dan SMAN 22. Minggu depan akan ada tambahan kelas dari SMAN 4,” kata Malik Faisal, Minggu (4/2/2018)..

Menurut Malik, metode yang digunakan dalam YES adalah pendekatan participatory training, dimana pendekatan pelatihannya mengacu pada proses belajar aktif dari seluruh peserta komponen yang terlibat. Konsep pembelajaran YES dikemas dalam sebuah program pelatihan rutin oleh para mentor, trainer dan coach bisnis yang ditunjang dengan pendampingan secara intensif.

“Personal tenaga pelatihan yang terlibat dalam YES merupakan figur-figur yang memiliki kemampuan dan pengalaman di bidang design training, pemberdayaan, kewirausahaan dan pengembangan UMKM,” terang Malik.

Dalam proses pelatihan, peserta diarahkan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Pelatihan, kata Malik, merupakan laboratorium,sehingga informasi dan peristiwa yang ditangkap, kemudian direfleksikan oleh peserta untuk diproses menjadi pengetahuan, sikap dan keterampilan.

Proses latihan, lanjut Malik, akan selalu berusaha mengarah pada perolehan pengetahuan melalui pengalaman.

“Dengan demikian, proses belajar-mengajar dalam pelatihan adalah menstrukturkan pengalaman-pengalaman yang menitikberatkan pada partisipasi peserta dalam pelatihan. Pelatihan ini akan seperti sekolah bagi peserta untuk mewujudkan keseriusan mencetak entrepreneur muda tanpa memandang status ataupun gelar. Ini juga didesain untuk pembelajar entrepreneurship pemula dari nol, dengan perpaduan pembangkitan mindset, managerial skill, dan spirituality.,” ujarnya.

Malik menjelaskan, dalam program YES ini, masing-masing angkatan akan mengikuti pelatihan yang berdurasi tiga bulan, dan dibagi menjadi tiga tahap.

“Tahap pertama calon entrepreneur, kedua entrepreneur pemula, entrepreneur siap naik kelas. Masing-masing tahapan akan ada delapan kali pertemuan,” pungkas Malik Faisal.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang dalam beberapa kesempatan menyampaikan kepada instansi pendidikan, baik sekolah maupun Perguruan Tinggi untuk menjadikan kewirausahaan sebagai mata kuliah atau pelajaran wajib.

Menurut mantan Ketua DPRD Sulsel itu, upaya ini dimaksudkan untuk bisa menggerakkan dan meningkatkan spirit kewirausahaan pada setiap elemen masyarakat, khususnya kepada para generasi penerus.

“Untuk mengembangkan kewirausahaan ditengah-tengah masyarakat dan terus mendorong spirit untuk berwirausaha, maka sebaiknya menjadikan pendidikan kewirausahaan sebagai salah satu hal yang diwajibkan. Ini juga bisa mendorong terbentuknya komunitas kewirausahaan muda yang terdidik dan berkualitas,” ujar Agus. (**)

Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply