Berani Berkomitmen, Agus-TBL Tandatangani Kontrak Politik dengan Koalisi Aktivis Perempuan

Berani Berkomitmen, Agus-TBL Tandatangani Kontrak Politik dengan Koalisi Aktivis Perempuan

RadarMakassar.com – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel nomor urut 2, Agus Arifin Nu’mang dan Tanribali Lamo (Agus-TBL) menunjukkan komitmennya untuk memberikan perhatian pada penanganan persoalan yang dihadapi kaum perempuan, anak, dan penyandang disabilitas di Sulsel.

Wujud komitmen pasangan nasionalis religius tersebut dituangkan dalam bentuk kontrak politik dengan Koalisi Koalisi Non Government Organization (NGO) dan Aktivis Perempuan Sulsel, di posko induk pemenangan Agus-Tanribali, Jalan AP. Pettrani Makassar, Minggu, (18/2/18) malam.

Sebelum penandatangan kontrak politik, Koalisi Koalisi Non Government Organization (NGO) dan Aktivis Perempuan Sulsel menyampaikan beberapa persoalan yang dihadapi kaum perempuan, anak, dan penyandang disabilitas serta solusi mengatasinya.

banner 728x90

Salah satu perwakilan Koalisi NGO dan Aktivis Perempuan Sulsel, Lusia Palulungan menyampaikan bahwa fasilitas dan akses kesehatan yang masih sulit dijangkau merupakan salah satu persoalan utama yang masih membelit kaum perempuan di Sulsel. Kondisi itu disebutnya menjadi salah satu penyebab tingginya angka penderita kanker serviks dan kanker payudara.

“Tingginya angka penderita kanker serviks dan kanker payudara disebabkan tidak tersedianya fasilitas kesehatan di Puskesmas atau Rumah Sakit, serta akses yang mudah untuk mendapatkan pelayanan. Seperti di wilayah pegunungan, kepulauan, dan daerah terpencil,” ungkap Lusi.

Selain itu, lanjut Lusi, masih rendahnya pemahaman kesetaraan gender, tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak, maraknya perdagangan perempuan, bebasnya pernikahan di bawah umur, banyaknya pekerja di bawah umur, dan meningkatnya tindakan kriminalitas anak juga masih menjadi persoalan yang masih dialami kaum perempuan dan anak di Sulsel.

Olehnya itu, pihaknya berharap pasangan Agus-TBL bisa merumuskan program pro perempuan dan anak, yang dapat membenahi permasalahan tersebut.

Menaggapi penyampaian dari Koalisi NGO dan Aktivis Perempuan Sulsel tersebut, Agus AN mengatakan bahwa peraturan daerah (Perda) tentang Perlindungan Disabilitas adalah salah satu bentukannya. Bahkan, kata dia, Perda Perlindungan Perempuan juga merupakan salah satu hasil godokannya sewaktu menjabat sebagai Ketua DPRD Sulsel.

Meski begitu, Agus AN mengakui jika dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, ia tidak bisa banyak mengambil kebijakan. Pasalnya, posisinya hanya sebagai Wagub.

”Memang ada beberapa yang belum maksimal. Kadang saya hanya mengusulkan saja, dan tidak bisa mengambil kebijakan lebih. Sebab, posisi hanya sebagai wakil,” kata Agus.

Olehnya itu, Agus AN meminta doa dan dukungan dari masyarakat Sulsel, agar ia bersama Tanribali bisa terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulsel periode 2018-2023, supaya bisa mengambil kebijakan yang lebih untuk kebaikan bersama.

“Doakan saya dengan pak Tanribali. Insha Allah kita akan duduk bersama membahas hal-hal yang menjadi permasalahan dan kebutuhan perlindungan perempuan, anak, dan disabilitas,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Agus AN juga mengungkapkan bahwa ia bersama Tanribali telah menyiapkan program untuk penigkatan perekonomian masyarakat dan mengatasi persoalan kesenjangan sosial di Sulsel.

Program berbasis pengembangan kawasan dengan lima titik tumbuh baru yang diberi nama Labuba Malabo, singkatan dari Latimojong, Bulusaraung, dan Bawakaraeng (daerah pegunungan), dan Selat Makassar atau Laut Flores, dan Teluk Bone dataran rendah/pesisir).

“Program Labuba Malabo ini akan menjadi program kita untuk menjawab permasalahan kesenjangan sosial dan ekonomi. Bahkan, insha Allah jika terpilih, kami akan mendorong Perda sebagai payung hukum yang bisa menunjang program pengembangan kawasan ini,” ungkapnya.

Agus AN menambahkan, jika nantinya terpilih, ia bersama Tabribali juga akan menjalankan program sosial Sipakatau Sipatongka.

”kedepan, kita akan by data. Misalnya di daerah A ada anak yang miskin, kita akan carikan keluarga yang berkelebihan untuk membantu anak yang kurang mampu dengan pola anak asuh. Setahun setelahnya, kita evaluasi apa yang menjadi kelebihan atau potensi anak tersebut, kemudian pemerintah masuk untuk mengembangkan potensinya,” tutup Agus AN. (**)

Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply