Ini Program Agus-Tanribali untuk Tuntaskan Problem Ketenagakerjaan

Ini Program Agus-Tanribali untuk Tuntaskan Problem Ketenagakerjaan

RadarMakassar.com – Calon Gubernur Sulsel nomor urut 2, Agus Arifin Nu’mang melakukan sosialisasi dan kampanye dialogis di Kabupaten Bulukumba, Jumat (13/4/2018).

Salah satu program yang dipaparkan Agus yakni yang terkait dengan penuntasan problem ketenagakerjaan di Sulsel.

Mantan wakil gubernur Sulsel dua periode itu mengatakan, ia bersama Tanribali telah menyiapkan program pendirian sekolah unggulan yang disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah.

“Untuk disini (Bulukumba), Kita akan buat SMK unggulan berbasis perikanan. Kita upayakan di setiap kabupaten ada 2 SMK unggulan. Seluruh biayanya akan ditanggung provinsi. Orang tinggal terima saja,” kata Agus, saat menggelar kampanye dialogis di Sekretariat Bersama Pemenangan Agus-Tanribali, Jalan Husni Thamrin, Kabupaten Bulukumba.

Siswa SMK Unggulan tersebut, kata dia, akan didik hingga memiliki keterampilan, sehingga saat lulusannya siap untuk terjun ke dunia kerja sesuai dengan ketrampilan dan keahlian yang diajarkan.

Selain itu, ia bersama Tanribali juga telah menyiapkan program dan dana Rp2 triliun yang akan diberikan kepada para lulusan SMK dan masyarakat yang memang sudah punya keterampilan, untuk memulai usaha baru.

“Dengan begitu, problem ketenaga kerjaan kita bisa selesaikan,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Agus juga menjelaskan tentang program pengentasan 120 ribu KK miskin atau sekira kurang lebih 450 ribu orang dengan melibatkan partisipasi masyarakat yang lebih mampu dengan konsep Sipatuo Sipatokkong atau mempersaudarakan antara keluarga mampu dengan yang tidak mampu, agar bisa saling membantu.

Dengan program tersebut, ia yakin angka kemiskinan bisa diturunkan hingga 4,5 sampai 5 persen dalam waktu 5 tahun.
Terlebih, saat bersama Syahrul Yasin Limpo, ia juga telah berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 4,5 persen.

“Caranya bagaimana? ini setelah kita lihat data, hanya 9 persen disitu. Berarti yang menengah ke atas atau mampu secara ekonomi sekitar 90 persen. Itu yang akan kita libatkan partisipasinya,” jelasnya.

Lebih jauh Agus mengatakan, program atau pola pengentasan kemiskinan seperti ini bukan sesuatu yang baru.

Di zaman Rasulullah pun, kata dia, pola itu sudah ada. Dimana penduduk asli Madinah, yakni kaum Anshor, dipersaudarakan dengan kaum Muhajirin dari Mekkah.

“Ini yang insha Allah akan kita kerjakan bersama. Semua ini terukur. Saya dan pak Tanribali mencantumkan program yang insya Allah uangnya untuk menjalan program itu juga ada,” jelasnya. (**)

Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply