Geram Dituding Aksi Bayaran, Jenlap Gerakan Mahasiswa Sulawesi Selatan: Itu Pemikiran Orang Bodoh

Geram Dituding Aksi Bayaran, Jenlap Gerakan Mahasiswa Sulawesi Selatan: Itu Pemikiran Orang Bodoh
Jenderal Lapangan Aksi 'Tolak Cagub Pembohong', Wahyu, saat berorasi di pertigaan Jalan Hertasning - Pettarani, Senin (7/5/2018).

RadarMakassar.com – Jendral lapangan (Jenlap) aksi ‘Tolak Cagub Pembohong’ yang dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa Sulawesi Selatan di pertigaan Jalan Hertasning-Pettarani pada Senin (7/5/2018) kemarin, Wahyu geram dan dan angkat bicara terkait adanya upaya pihak-pihak tertentu untuk mempolitisir dengan menyebut aksi yang mereka lakukan sebagai “aksi bayaran” dari salah satu calon di Pilgub Sulsel 2018.

Pasalnya, kata dia, aksi yang mereka lakukan tersebut adalah murni bentuk seruan kepada masyarakat untuk lebih cerdas memilih calon pemimpin Provinsi Sulsel lima tahun kedepan.

“Aksi kita kemarin itu adalah murni bentuk seruan kepada masyarakat Sulsel untuk menciptakan pilkada damai tanpa ada tendensi apapun,” kata Wahyu, Selasa (8/5/2018) malam.

banner 728x90

Menurut Wahyu, aksi tersebut mereka lakukan menyikapi maraknya berita dan pembohongan publik yang berusaha menutupi fakta sebenarnya atas apa yang selama ini terjadi di berbagai daerah di Provinsi Sulsel.

“Itu alasan yang membuat kami terdorong untuk melakukan aksi dan menyuarakan tolak cagub pembohong. Karena kami tidak mau masyarakat Sulsel dibodohi dengan pencitraan-pencitraan yang dilakukan para kandidat calon gubernur dan calon wakil gubernur,” ungkapnya.

Olehnya itu, Wahyu menilai bahwa tindakan pihak-pihak yang menyebut aksi yang mereka lakukan merupakan “aksi titipan” atau “aksi suruhan” dari salah satu kandidat adalah tindakan bodoh.

“Ketika ada orang-orang yang menyalahartikan gerakan kami, maka hal itu adalah tindakan dan pemikiran orang bodoh. Karena mereka menuding tanpa menganalisa maksud kami,” ujarnya.

Sebelumnya, Ilham Akbar, salah seorang peserta aksi ‘Tolak Cagub Pembohong’ yang fotonya saat mengikuti aksi dijadikan bahan fitnah oleh sejumlah akun di media sosial facebook juga dengan tegas mengatakan bahwa aksi yang dilakukan pada Senin kemarin itu adalah murni bentuk keresahan mereka sebagai mahasiswa Sulsel, karena melihat ada kandidat yang dengan sengaja melakukan pembohongan di depan umum dan disaksikan jutaan pasang mata.

“Aksi kemarin itu murni karena keresahan kami sebagai mahasiswa Sulsel. Tidak ada hubungannya, dan tidak benar kalau ada yang mengatakan itu dimotori salah satu figur,” kata Ilham, Selasa (8/5/2018) malam.

Terkait fotonya bersama Agus Arifin Nu’mang yang beredar di media sosial, Ilham menjelaskan bahwa foto itu diambil pada Ramadhan tahun 2017, saat acara buka puasa bersama di Rumah Jabatan Wakik Gubernur Sulsel, saat Agus masih menjabat sebagai Wakil Gubernur.

“Foto saya dengan pak Agus itu Ramadhan tahun lalu (2017), waktu pak Agus buka puasa bersama di kediamannya. Saya juga ingin tegaskan bahwa foto saya dengan pak Agus itu pilihan politik saya,” tutupnya. (**)

Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply