Ditemukan Limbah Bekas Medis Operasi, DLH Peringati RS Wisata UIT

Ditemukan Limbah Bekas Medis Operasi, DLH Peringati RS Wisata UIT

RadarMakassar.com – Pasca temuan penumpukkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar beberapa hari lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar lakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) Rumah Sakit Umum (RSU) Wisata UIT di Jalan Abdul Kadir.

Limbah yang ditemukan telah menumpuk beberapa bulan lalu hingga mencapai enam ton di tempat Penyimpanan Sementara (TPS) tersebut, telah mengeluarkan bau menyengat hingga mengundang banyak keluhan dari warga setempat.

Kepala Seksi Pengendalian Sistem Persampahan dan limbah B3 DLH Kota Makassar Kahfiani, mengatakan, secara teknis pihak Rumah Sakit sudah menyalahi aturan dalam pembuangan sampah B3 dimana idealnya sampah B3 minimal dalam seminggu diangkut dua kali.

“Limbah medis atau B3 tidak bisa dibiarkan berlama-lama di TPS, harus diangkut secara terjadwal. Misalnya, di RS Stella Maris dia mengangkut limbah medisnya dua kali dalam seminggu,”ujarnya.

Kahfiani mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan secara terjadwal. Namun, karena adanya persoalan tersebut sehingga pihaknya akan segera menindaklanjuti.

“Coba bayangkan dek, itu limbah B3 banyak virusnya, bakteri apa dan segala macam. Kita tidak tahu, baru mau dibiarkan menumpuk di TPS. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Apalagi, kata Kahfiani, RS Wisata UIT telah memiliki izin beroperasi, artinya siap menaati aturan yang tertera dalam dokumen lingkungan.

“Dalam dokumen lingkungan pihak RS UIT harus taat aturan. Kalau begitu kondisinya yah bisa jadi dapat dipidana, bahkan bisa sampai dicabut izinnya jika tidak segera diatasi,”tambahnya.

Selain itu, pihak RS UIT, tidak pernah melaporkan neraca jumlah limbah yang dihasilkan, yang diangkut dan disimpan.

“Dia (RS UIT) tidak pernah melaporkan. Ini juga pelanggaran,” tegasnya.

Kahfiani menyebut, bentuk imbas dari penyimpanan limbah B3 tersebut dapat menimbulkan penyakit baru, karena di dalamnya sudah terdapat beberapa bekas medis seperti bekas operasi bahkan beberapa jaringan tubuh sudah didalamnya.

“Dari segi bau sudah dirasakan bahwa limbah B3 ini sangat berbahaya dan di dalam limbah B3 ini bisa terdapat beberapa bekas medis seperti bekas operasi bahkan beberapa jaringan tubuh,” jelasnya.

Kepala Kabid Persampahan DLH Kota Makassar Ayyub menegaskan bahwa setelah mendapat teguran dari anggota DPRD Kota kemarin dan itu merupakan klimaks teguran langsung.

“Kemarin klimaksnya, untuk itu kami tinjau langsung dan kita akan  mengkaji lebih lanjut karena limbah B3 ini memiliki banyak keterkaitan,” ujarnya.

Menurutnya jika persoalan ini terjadi karena management dari pihak rumah sakit dengan transforter.

“Ini kan persoalan management disatu sisi pihak rumah sakit juga dengan Transforter, untuk itu kami akan komunikasikan dan diberikan peringati lebih lanjut,” tukasnya.

Penulis : Andini
Editor : Indra

No Responses

Leave a Reply