Warga Sebut KPU Makassar Keliru Diskualifikasi Figur Walikota Terbaik

Warga Sebut KPU Makassar Keliru Diskualifikasi Figur Walikota Terbaik

RadarMakassar.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar dinilai sangat keliru mendiskualifikasi figur Wali Kota terbaik yakni Moh Ramdhan”Danny”Pomanto sebagai calon peserta di Pilwali Makassar 2018.

“KPU Makassar harus sadar diri, wali kota yang diamanahkan untuk melanjutkan, kenapa? diakualifikasi. Apalagi Danny Pomanto membawa Kota Makassar berbagai prestasi dengan meraih WTP tiga kali, adipura tiga kali dan berbagai inovasi telah direalisasikan,” kata
seorang warga Kecamatan Makassar, Andi Fajrin.

Menurutnya, saat ini ia mengkampanyekan kolom kosong yang terjadi begitu massif. Sebab hal itu sebagaimana akumulasi dari semua kekecewaan masyarakat kepada KPU Kota Makassar.

“Sangat tidak demokratis hasil putusan KPU, jadi jangan heran kalau kampanye koko begitu kuat, dan jangan salahkan rakyat kalau memilih kolom kosong,” tutupnya.

Sebelumnya, anggota KPU Makassar, Rahma Saiyed mengatakan, bahwa KPU Makassar tetap bersikukuh dengan menetapkan satu pasangan calon saja, itu memiliki dasar hukum dan sudah melalui sejumlah pertimbangan hukum yang dihasilkan melalui konsultasi berjenjang KPU, bukan karena berpihak pada salah satu pasangan calon.

” Kami tegaskan, SK KPU Makassar Nomor 64/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7371/KPU-Kot/IV/2018 tidak berdiri sendiri. Akar dari terbitnya SK KPU tersebut adalah putusan Mahkamah Agung RI yang telah memiliki ketetapan hukum, final dan mengikat. Sehingga apapun yang terjadi dari hasil konsekwensi putusan MA tersebut, semua pihak sebaiknya wajib menerima,”tegasnya baru-baru ini.

Diketahui, meski wacana kandidat tunggal masih terus menjadi perdebatan di Pilkada Makassar, di sisi lain arus kampanye kolom kosong juga tidak terbendung. Makin meluas di tingkat grass root.

Senada dikatakan, Warga Kelurahan Sinrijala, Anwar menilai gelombang pro kotak kosong tersebut mendapat ruang penerimaan dan dukungan yang signifikan oleh warga.

“Sejumlah komunitas pun muncul ke permukaan bahkan telah memperlihatkan aksi nyata dalam memenangkan pilihan yang sah secara undang-undang tersebut (pilihan kotak kosong).

Diantaranya, laskar jeneponto, komunitas pemuda utara, komunitas turikale, laskar Karuwisi, komunitas massenrengpulu, ormas pemuda pancasila, laskar merah putih, dan lain sebagainya antusias mendukung koko alias kotak kosong,”beber dia.

Tak hanya itu, masyarakat pro kotak kosong menginisiasi masing-masing pemasangan baliho di wilayahnya.

Berdasarkan pantauan di beberapa titik, terlihat berbagai pernak-pernik maupun atribut kotak kosong di lorong-lorong, bahkan ada warga yang mengaku rela merogoh kocek dalam-dalam untuk memesan baju sosialisasi koko lalu dibagi-bagikan ke warga lainnya. (rus/ikb)

No Responses

Leave a Reply