Sambil Berbagi, Bea Cukai Sosialisasi “Stop Rokok Ilegal”

Sambil Berbagi, Bea Cukai Sosialisasi “Stop Rokok Ilegal”

RadarMakassar.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjend) Bea Cukai Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar program “Menyapa dan Berbagi” di sejumlah wilayah di kota Makassar, Rabu (6/6).

Kegiatan ini dalam rangka merayakan bulan suci ramadan sekaligus berbagi kepada sesama dengan menyambangi panti asuhan dan membagikan takjil di beberapa titik.

Kepala Bagian Umum Kanwil Ditjend Bea Cukai Sulsel Dorothea Sigit mengatakan peredaran rokok ilegal selama ini cenderung menyasar masyarakat dari golongan ekonomi lemah. Karena itulah, pihaknya melakukan sosialisasi kepada para pengemudi angkutan umum, ojek ataupun pengemudi bentor yang dirangkaikan dengan pembagian takjil menjelang buka puasa.

“Rokok ilegal ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat, karena tembakau dan bahan campuran yang digunakan tidak diketahui dengan jelas, ini yang ingin kami tekankan,” jelasnya.

Di samping itu, kata dia, peredaran rokok ilegal juga merugikan keuangan negara karena tidak membayar cukai rokok.

“Potensi kehilangan pendapatan negara untuk wilayah Sulsel saja mencapai sekitar Rp300 miliar, sangat besar sekalk,” tambah Dorothea.

Melalui sosialisasi ini, pihaknya, juga ingin agar masyarakat mengetahui tugas Bea Cukai untuk melindungi masyarakat.
“Supaya masyarakat tahu bahwa Bea Cukai bukan institusi yang perlu ditakuti, tapi justru dibantu,” tandasnya.

Dorothea juga berharap kegiatan ini bisa menjadi media ibadah, memupuk amal ibadah serta silaturahmi dengan segenap warga kota Makassar.

“Dalam program ini kami mengunjungi panti asuhan, membagikan takjil, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya rokok ilegal,” katanya.

Dalam kunjungannya ke Panti Asuhan Anugrah Kota Makassar, pihaknya menyantuni 52 orang anak, dan membagikan paket sembilan bahan pokok (Sembako). Selain Anugrah, kata dia, pihaknya juga memberikan santunan ke sejumlah panti asuhan lain.

“Anggaran kegiatan ini berasal dari iuran pegawai yang dipotong dari gaji setiap bulan,” jelasnya.

Sementara untuk kegiatan berbagi takjil, lanjutnya, dilakukan di beberapa titik di sepanjang jalan Pengayoman, Kota Makassar. Pembagian takjil ini dirangkaikan dengan pembagian stiker yang memuat informasi mengenai bahaya rokok ilegal. (pop)

No Responses

Leave a Reply