Tak Mau Tersandera Kepentingan Cukong, Tanribali: Kami Tak Mau Jadi Penghianat Amanah Rakyat

Tak Mau Tersandera Kepentingan Cukong, Tanribali: Kami Tak Mau Jadi Penghianat Amanah Rakyat

RadarMakassar.com – Calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut 2, Tanribali Lamo menegaskan bahwa ia maju di Pilgub Sulsel mendampingi Agus Arifin Nu’mang hanya berbekal pengalaman dan niat semata-mata hanya untuk mengabdikan diri pada tanah leluhurnya.

“Kalau di pemerintahan, barangkali diantara calon yang ada, tidak ada yang menyamai pengalaman saya. Saya mantan TNI 33 tahun, 7 tahun jadi Dirjen. Saya orang yang masa tugasnya diperpanjang oleh Pak SBY. Saya Dirjen yang mendapatkan bintang jasa utama dan bintang mahaputra tanpa usulan. Itu bukti saya bekerja, dan itu tidak pakai uang (sogok menyogok),” tegas Tanribali, Senin (18/6/2018).

Purnawirawan TNI berpangkat Mayor Jenderal itu juga mengatakan bahwa ia bersama Agus Arifin Nu’mang telah berkomitmen untuk tampil apa adanya dalam suksesi, maupun jika nantinya dipercaya dan diberikan amanah oleh masyarakat Sulsel untuk memimpin.

“Kami tidak punya uang. Tapi kalau pengalaman kerja, saya bisa jamin. Saya tidak punya cukong atau pemodal, dan kami juga tidak mau pinjam uang untuk mendanai suksesi kami. Itu karena kami tidak mau tersandera atau nantinya diatur oleh cukong (pemodal) selama lima tahun kedepan jika terpilih,” ungkapnya.

Menurut Tanribali, sumbangan atau pinjaman dana dari para cukong dan pengusaha untuk mendanai suksesi Pilkada adalah sebuah racun yang akan membahayakan pemerintahan jika nantinya calon yang didanai oleh para pemodal itu terpilih.

“Kami tidak mau menjadi penghianat amanah rakyat. Kami tidak punya perjanjian tertulis, tapi kami berjanji sebagai seorang lelaki Bugis Makassar yang perkataannya bisa dipegang. Bahwa jika kami terpilih, kami tidak akan mau diatur atau disetir oleh para cukong-cukong,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data Laporan Dana Kampanye Paslon Pilgub Sulsel (periode 15 February – 20 April 2018), pasangan Agus-Tanribali menjadi paslon dengan dana kampanye paling kecil dengan jumlah Rp630.000.000, yang berasal dari dana pribadi keduanya. Sementara NH-Azis menjadi paslon dengan dana kampanye terbesar, yakni Rp17.875.000.000 (dana pribadi paslon), diikuti IYL-Cakka dengan total jumlah kampanye sebesar Rp3.000.000.000 (dana pribadi paslon dan sumbangan pihak swasta), dan NA-ASS sebesar 1.102.820.000 (dana pribadi paslon dan sumbangan pihak swasta). (**)

Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply