Mengenal Lebih Dekat Sosok Tanribali Lamo

Mengenal Lebih Dekat Sosok Tanribali Lamo

RadarMakassar.com – Tanribali Lamo adalah mantan perwira tinggi militer TNI Angkatan Darat (1974-2008) dan Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bawah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (2008-2015).

Tanribali yang pada Pilgub Sulsel 2018 ini maju mendampingi Agus Arifin Nu’mang itu merupakan anak dari mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Alm. Achmad Lamo (1966-1978).

Tanribali adalah alumni Sekolah Rakyat (SR) Lanto Daeng Pasewang; SMPN 6; SMAN 2; gelar sarajana, doktorandusnya (Drs) diraih di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara LAN (1981), saat berpangkat Kapten; dan sarjana hukumnya di Sekolah Tinggi Hukum Militer TNI AD Jakarta (1996) ketika berpangkat Letkol senior

Beberapa jabatan yang pernah dijabat oleh pria kelahiran Bone, 15 November 1952 itu diantaranya: Direktur Ajudan Jenderal TNI AD; Wakil Asisten Personel Kepala Staf TNI Angkatan Darat; Asisten Personel Kepala Staf TNI Angkatan Darat (2003); Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel (2008); Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri RI (2009-2016); Plt. Gubernur Sulawesi Tengah (2011); Plt. Gubernur Papua Barat (2011-2012); dan Plt Gubernur Maluku Utara, (2013-2014).

Berkat jasa pengabdiannya kepada negara (1974-2015), Tanribali telah dianugerahi penghargaan Bintang Jasa Utama (2013) dan Bintang Mahaputra Nararya yang merupakan tanda kehormatan kepada mantan pejabat sipil dan militer Indonesia (2014) oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono..

Tanribali mengaku, dirinya pertama kali kenal dan bekerjasama dengan Agus Arifin Nu’mang ketika ia ditugaskan sebagai Plt. Gubernur Sulsel (2008), dimana saat itu Agus menjabat sebagai ketua DPRD Sulsel. Saat itu, purnawiranwan TNI berpangkat Mayor Jenderal ini belum memiliki banyak pengalaman di bidang pemerintahan dan politik, karena dia baru dialihtugaskan dari Markas Besar TNI ke Kementerian Dalam Negeri sebagai PNS, sekaligus orang pertama yang bergeser dari TNI ke PNS sejak era Reformasi (1998).

Komunikasi keduanya pun terbangun dan berjalan lancar, sehingga sukses menyusun anggaran daerah (APBD) di awal tahun 2008 serta berhasil meredam riak-riak politik pasca-pemilihan gubernur-wakil gubernur yang dimenangkan oleh pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang.

Terkait cita-cita, Tanribali mengaku pernah bercita-cita suatu hari ingin menjadi gubernur atau wakil gubernur, mengikuti jejak ayahnya, Alm. Achmad Lamo.

“Ketika ayah saya menjabat Gubenur Sulsel, saat itu saya masih sekolah di SMPN 6 Makassar,” kata Tanribali. (**)

No Responses

Leave a Reply