Merasa Anggotanya Dilecehkan, WIB Laporkan Oknum Staff RS Pancaitana

Merasa Anggotanya Dilecehkan, WIB Laporkan Oknum Staff RS Pancaitana

RadarMakassar.com, Bone – Oknum Staff Rumah Sakit (RS) Pancaitana terpaksa harus berurusan panjang dengan pihak Kepolisian akibat memberi komentar di Facebook yang seolah melecehkan profesi wartawan.

Komentar yang telah menyinggung perasaan beberapa wartawan yang Ada di Kabupaten Bone tersebut dilontarkan staf yang diketahui bernama Andi Hasno Abbas.

Hal tersebut berawal saat seorang wartawan pemilik akun facebook Ek La Fea mengunggah link beritanya berjudul “Pasien Curhat di Medsos, Perawat RS Pancaitana Kebakaran Jenggot”.

Link berita tersebut diposting di kolom komentar unggahan akun faceboook Subarman Salim yang mengungkapkan keluhannya terhadap pelayanan RS Pancaitana, yang banyak menuai komentar miring Netizen.

Selang satu jam Eka mengunggah Link berita itu, Andi Hasno Abbas muncul dengan komentar kontroversialnya.

“Ek La Fea ke rs saja sampaikan keluhannya. Jangan teriak dan memancing persiteruan di sosial. Ujung ujungnya kamu angkat di berita. Kasiannya dirimu. Mau cari pembeli bensin seperti ini,” tulis Andi Hasno Abbas, Kamis (19/7).

Andi Hasno Abbas yang dikonfirmasi langsung terkait komentarnya tersebut, menjelaskan bahwa dirinya tidak terima saat institusinya diserang tanpa ada konfirmasi.

“Saya tidak terima kalau institusi saya diserang tanpa ada konfirmasi,” tegasnya saat ditemui di RS Pancaitana, sore tadi.

Terkait persoalan tersebut, sejumlah wartawan yang tergabung dalam Organisasi Wartawan Independen Bone mengecam komentarta tersebut dan melaporkan ke Polisi.

Dari pantauan Radar Makassar terlihat puluhan wartawan mendatangi SPKT Polres Bone untuk melaporkan hal tersebut, Kamis Sore, (19/7).

Ketua WIB, Azran mengatakan, komentar Andi Hasno di facebook itu merupakan pelecehan terhadap profesi wartawan, yang dapat menuai stigma negatif di masyarakat.

“Apakah ketika wartawan menyoroti dengan karya jurnalistiknya dianggap mencari pembeli bensin? Wah, ini pelecehan. Apalagi ini masuk pelanggaran UU ITE, karena terjadi di media sosial facebook,” ungkap pria yang disapa Achyl.

Achyl menegaskan, oknum pelayan publik seperti ini seharusnya diberi saksi berat. Menurutnya, pelayan publik seyogyanya mengambil sisi positif dari sebuah kritikan.

“Bukan malah ditanggapi dengan emosi seperti itu. Kalau mau klarifikasi, silahkan undang baik-baik wartawannya. Ada kan yang namanya hak jawab,” kata Achyl.

Sekedar informasi, Eka Handayani pemilik akun facebook Ek La Fea merupakan wartawan aktif media online Berita Sulsel.com. Saat ini, ia juga menjabat Sekretaris Wartawan Independen Bone.(dul/rdm)

No Responses

Leave a Reply