Dibangun di Lahan Sengketa 78 Lods di Pasar Segar Disegel

Dibangun di Lahan Sengketa 78 Lods di Pasar Segar Disegel

RadarMakassar.com – Sengketa lahan di area Pasar Segar di Jalan Pengayoman, Keluarahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar saat ini tenagah berproses di Polda Sulsel.

Namun berdasarkan pantauan di lapangan, pihak pengelola Pasar Segar, PT Sinar Galesong tetap melanjutkan aktivitas ekonomi di atas area yang menjadi sengketa tersebut.

Padahal, Forum Lintas Ormas mewakili ahli waris lahan yang mengaku haknya diserobot oleh PT Sinar Galesong sudah sempat melakukan penyegelan dan
meminta agar segala aktivitas di atas seluas kurang lebih 4.600 meter persegi tersebut untuk sementara dihentikan guna menghorrmati proses hukum yang
tengah berjalan.

Apalagi, sebanyak 78 lods yang dibangun di atas lahan sengketa itu oleh PT Sinar Galesong tidak mengantongi IMB (izin membangun baru). Hal tersebut diakui oleh Pelaksana tugas (Plt) Camat Panakkukang, Andi Pangeran Nur Akbar.

“Iya, tidak ada proses IMB-nya kepada kami di Kecamatan. Jadi kami juga tidak pernah mengakomodir tempat itu,” kata Andi Pangeran, Kamis (26/7).

Ia juga membenarkan jika saat ini kasus sengketa lahan tersebut tengah berproses di Kepolisian (Polda Sulsel), dan sampai saat ini belum ada putusan hukum atas
kasus tersebut.

“Makanya kemarin kita adakan koordinasi bersama dinas terkait soal penutupan Pasar Segar tersebut. Karena memang bangunan itu belum diajukan dan tak memiliki legalitas.

Walaupun pihak PT Sinar Galesong sempat ingin mengajukan izin setelah kejadian tersebut, tapi kami belum bisa proses, karena adanya
persoalan hukum. Intinya, kami akan mengikuti peraturan hukum serta menunggu putusan,” ungkapnya.

Andi Pangeran juga meminta kepada pengelola dan pemilik lods untuk tidak melakukan kegiatan di atas lahan tersebut selama proses hukum berjalan

“Kalau perlu, Dinas PTSP dan Tata Ruang (DTRB) bongkar saja, karena itu juga sifatnya ilegal karena tak berizin,” ujarnya.

Senada, Lurah Pandang, M Nawir juga mengaku jika pihaknya sama sekali tidak pernah menerima pengajuan ataupun memproses IMB dari pihak manapun
termasuk PT Sinar Galesong untuk membangun di atas lahan yang menjadi sengketa tersebut.

“Tidak ada. Jangankan di kelurahan, di kecamatan saja saya yakin tidak ada. Kalau ada di sini, berarti saya setor juga di kecamatan. Intinya, kami sama sekali tidak pernah menerima pengajuan IMB dari PT Sinar Galesong hingga tanah bermasalah karena diduga bukan milik mereka,” kata Nawir.

Sambil menunggu kepastian dari hasil proses hukum yang tengah berjalan di Polda Sulsel untuk memastikan kepemilikan lahan tesebut, Nawir juga meminta
agar dilakukan penutupan sementara di area Pasar Segar yang menjadi sengketa.

“Tutup mi dulu biar lebih aman, sembari menunggu proses hukum,” ujarnya.

Komisaris Utama Galesong Group, Rizal Tandiawan yang coba dikonfirmasi, angkat tangan dan mengaku tidak bertanggung jawab atas kasus tersebut.

“Saya tidak ikut campur, bukan tanggung jawab saya itu,” jawabnya singkat.

Sementara, Efendi Purnama (PT Sinar Galesong) yang namanya disebut-sebut melakukan aktifitas ilegal karena membangun dan melakukan jual-beli/kontrak
lods di atas lahan tersebut justru menantang pihak ahli waris untuk melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.

“Kemarin itu (saat ada demo dari pihak ahli waris), saya kebetulan lagi di luar kota. Mereka (ahli waris) silahkan saja kalau mau menyebut nama saya, tapi yang
pasti, saya beli (tanah) itu sertifikat. Kalau mereka merasa itu lahannya, dia harusnya lapor polisi. Jangan demo. Itu saja kalau dari saya,” ujarnya.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulsel, Kombes Pol Andi Indra Jaya yang dihubungi membenarkan jika kasus sengketa lahan di area Pasar Segar antara pihak ahli waris dengan PT Sinar Galesong saat ini sedang dalam proses penyelidikan di Polda Sulsel.

“Iya, sedang dalam prosess penyidikan,” kata Indra.
Ditanya soal sejauhmana proses penanganan sengketa lahan tersebut, Indra mengaku belum bisa secara rinci menjelaskan tentang hal tersebut.

“Besoklah saya cek dulu di kantor sama penyidiknya. Yang jelas, sementara di proses sekarang,” ujarnya.

Menurut Indra, proses tersebut tidak bisa langsung dipastikan. Sebab, ada banyak bukti-bukti yang harus dicari. Selain itu, pihaknya juga masih harus
mengundang saksi-saksi untuk menelusuri kasus sengketa lahan tersebut.

“Karena ada pemeriksaan saksi-saksi. Kasus itu kan tidak bisa langsung dipastikan, karena ada banyak bukti-bukti yang harus dicari dan saksi yang harus
ditelusuri asal-usulnya. Kok bisa berpindah tangan dan sebagainya. Ini kan harus diurai dulu,” ucapnya.(tim)

 

No Responses

Leave a Reply