Sering Berulang, Polisi Tangkapi Calo CPNS

Sering Berulang, Polisi Tangkapi Calo CPNS

RadarMakassar.com – Pihak kepolisian kembali mengungkap dua orang pelaku sindikat calo seleksi Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Makassar. Sudah 8 orang pelaku yang tertangkap sejauh ini.

Praktik perjokian seleksi CPNS di Sulsel berlangsung sangat sistematis, mulai dari peserta, perantara, joki dan pembuat surat peserta.

“Mereka profesional, para joki ini masuk ke dalam ruangan tes membawa kartu peserta yang telah dicetak. Ada kedapatan karena kartu peserta dengan KTP berbeda,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.

banner 728x90

Kata Dicky, perhelatan disebut sistematis karena dilakukan bukan yang pertama kalinya Kota Makassar menghadapi kegiatan tersebut. Menurut pengakuan tersangka, kasus tersebut bukan hanya terjadi di Makassar saja namun juga beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan, ada permainan dengan orang dalam.

“Sudah dilakukan pada tahun tahun sebelumnya namun khusus tahun ini, kebijakan pemerintah cukup ketat,” jelasnya.

Dicky mengatakan, kedua pelaku yang berhasil diamankan telah masuk daftar pencarian orang (DPO) yang sebelumnya ada enam orang diamankan dengan berbagai peran diantaranya, joki broker dan peserta seleksi CPNS.

Keduanya yakni Muh. Rusnan (33) warga Bumi Permata Sudiang Blok J 3, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya dan Andi Slamet alias Memet (30) seorang PNS warga Jalan Sibula dalam, Kelurahan layang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

Kedua pelaku ini memiliki peran masing-masing yakni, membuat kartu seleksi CPNS dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu yang digunakan pada saat pelaksanaan tes CPNS.

“Mereka memalsukan kartus tes dan KTP bagi peserta yang menggunakan jasa mereka. Sementara ini kita masih mengejar tujuh orang lagi,” tambahnya.

Ia mengaku 8 orang tersangka yang diamankan bukanlah dari jaringan atau kelompok yang sama. Khusus yang terakhir, 2 orang yang ditangkap punya komplotan tersendiri dan brokernya pun berbeda.

Diketahui, kedua pelaku pemalsuan yang baru diamankan tersebut, akan dijerat dengan pasal 263 ayat 1 KUHP dan diancam hukuman penjara paling lama 6 tahun.(and)

No Responses

Leave a Reply