Partai Baru Berebut Kursi DPRD

Partai Baru Berebut Kursi DPRD
RADAR MAKASSAR- Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pilpres 2019 tinggal beberapa bulan lagi. Sedikitnya, 16 partai politik bakal beradu strategi dalam memikat hati masyarakat.
Namun, dari ke 16 parpol peserta pemilu legislatif 2019 nanti, ada empat partai politik yang masih asing di telinga masyarakat, yakni Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya dan Partai Garuda.
Keempat partai baru itu tentunya akan menghadapi tantangan yang tidak mudah pada pemilu mendatang. Pasalnya, keempat partai pendatang baru itu bakal bertarung dengan partai-partai yang terkenal sudah memiliki loyalitas dan simpatisan di setiap daerah. Selain itu, para partai “senior” itu tentunya memiliki kader atau calon legislatif yang sudah berpengalaman di pemilu yang tentunya bakal sulit digeser di daerah pemilihannya.
Namun, tentunya sebagai penantang baru, keempat partai politik itu juga memiliki ikon dan strategi yang diyakini mampu memikat hati masyarakat untuk memperoleh kursi di Parlemen.
Misalnya, Partai Berkarya yang merupakan besutan Tommy Soeharto anak Presiden RI ke 2 Soeharto. Partai berlambang pohon beringin itu mirip dengan partai Golkar.
Ketua DPW Partai Berkarya Sulsel, Patabai Pabukori mengaku optimis partainya mampu berkontribusi pada pemilu 2019 mendatang.
“Disadari memang bahwa partai kita pertama kali ikut pemilu. Memang agak berat karena harus berhadapan dengan calon incumben yang lebih berpengalaman,” katanya.
Hanya saja, Ia mengakui bahwa Partai Berkarya tidak sulit dijual di masyarakat lantaran memiliki ikon ketua umum yang namanya cukup dikenal. “Kelebihan kita karena ada ikonnya pak Tommy Soeharto, sehingga orang yang kenal pak Soeharto tau, target kita minimal setiap dapil ada perwakilan di semua daerah,” harapnya.
Sementara, Ketua DPW Perindo Sulsel, Sanusi Ramadan mengatakan bahwa Perindo sebagai partai baru sejak awal telah siap dan berusaha semaksimal mungkin untuk menunjukkan eksistensi sebagai partai yang berbeda dengann lainnya.
“Pertarungan elektoral saya kira sesuatu hal yang lumrah dialam demokrasi. Cuman perlu mengedepankan etika moral, pendidikan politik dan gagasan. Tingkat penerimaan masyarakat juga sesuai hasil survey LSI deny JA di Sulsel menempatkan Perindo diurutan ke 6 dari parpol lainnya,” katanya.
Apalagi kata Sanusi, kader dan calon legislatif dari partai Perindo banyak merupakan mantan Legislator dari partai lain yang hijrah dan cukup berpengalaman.
Sementara, Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel, Muh Fadli Noor mengaku PSI sebagai partai yang dikenal partainya anak muda justru dengan caleg muda yang tanpa beban masa lalu dan utang amanah menjadikan caleg PSI percaya diri hadir ke masyarakat.
“Saat ini di Sulsel target kami tidak bergeming dari 3 kursi DPR RI yang disumbangkan di tiga dapil. Apalagi PSI satu-satunya parpol yang tidak mencalonkan mantan napi korupsi sebagai caleg,” katanya.
Sejauh ini kata Fadli, tingkat penerimaan masyarakat sangat baik terhadap partai baru yang di dominasi orang-orang baru. Hanya saja, tantangan yang harus dihadapi PSI ada pada soal popularitas partai.
“Sehingga PSI menginstruksikan kepada seluruh calegnya untuk melakukan kegiatan door to door mengenalkan partai dan caleg,” ungkapnya.(*/rah)

No Responses

Leave a Reply