Perbaiki Mindset Operasi Zebra

Perbaiki Mindset Operasi Zebra

RadarMakassar.com – Direktorat Lalu Lintas Sulsel mencatat angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Sulsel selama 2018 mulai dari Januari hingga Oktober mencapai 6.348 kasus. Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol Agus Wijayanto menyebut 915 meninggal dunia, luka berat 437 orang, dan luka berat 8.059 orang.

Dalam kurun waktu tersebut, kerugian materil ditaksir sudah mencapai Rp11,602 miliar. “Dilihat dari jangka waktu, bisa saja angka lakalantas di Sulsel bertambah. Namun kami akan terus berusaha agar lakalantas di Sulsel bisa menurun setiap tahun. Salah satu upayanya yakni dengan menggelar operasi zebra secara rutin,”papar Agus di Makassar, kemarin.

Hingga hari ini (kemarin), Ditlantas Polda Sulsel mencatat sudah mencapai kurang lebih 10.000 orang yang telah terjaring operasi zebra. Agus mengaku, jumlah tersebut dihimpun dari 24 Polres yang ada di Sulsel. Ia meyakini, kegitan rutin tersebut dapat menekan jumlah kasus lakalantas di Kota Makassar. Apa lagi, kata Agus, operasi zebra yang digelar tahun ini diupayakan dapat membantu masyarakat dalam menaati aturan berkendara termasuk pembaran pajak yang menunggak dapat dilakukan langsung di beberapa titik operasi zebra.

“Rata-rata pengendara yang melanggar ini karena tidak membawa kelengkapan administrasi, seperti tidak bawa surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan surat izin mengemudi (SIM) saat berkendara. Selebihnya masih banyak yang tidak menggunakan atribut berkendara dengan lengkap seperti memakai helm berstandar,”ujarnya.

Dikatakan Agus, beberapa pelanggaran tersebut adalah pemicu terbesar lakalantas sepanjang tahun 2018. Ia meyakini, jumlah pelanggar tersebut masih bakal bertambah lagi. Apalagi, kata Agus, Ditlantas bakal lebih intens melakukan operasi. Namun diupaya lainnya, pihaknya juga gencar memberikan imbauan kepada para pelajar yang belum memiliki SIM.

“Operasi Zebra tahun ini masih akan berlangsung hingga tanggal 12 November (hari ini) dan jumlah pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara akan kami rilis berikutnya,”tandasnya.

Pengamat Kebijakan Publik Unhas Nur Sadiq sebelumnya, mengatakan, operasi zebra yang dilakukan polri bertujuan untuk mendidik para pengendara agar mematuhi aturan berlalu lintas. Hanya saja, dalam implementasinya harus sepenuhnya diperbaiki. “Dalam pelaksanaannya memang sudah ada anggaran-anggaran operasional dari Polri. Cuma di lapangan, mindsetnya harus diperbaiki,” ujar dia.

Menurutnya, operasi zebra tidak hanya melakukan penindakan terhadap para pengguna jalan yang melanggar, tetapi pihak kepolisian juga harus memberikan edukasi agar tidak lagi melakukan pelanggaran yang sama.

“Jadi pada saat polisi menahan, ada saatnya polisi memberikan peringatan. Kemudian, juga polisi memberikan efek jera supaya pengemudi itu tidak melakukan kesalahan lagi,” tutur Nur Sadiq.

Untuk itu, Nur Sadiq mendukung apabila pihak polri melakukan evaluasi terhadap hasil operasi yang dilakukan, mengingat tidak adanya perbedaan yang signifikan dari jumlah pelanggar lalu lintas. “Karena ujung-ujungnya kegiatan polisi di lapangan itu untuk keselamatan pengguna lalu lintas. Cuma hal-hal yang tidak kita inginkan seperti ada yang namanya pungli itu harus dihindari,” pungkasnya.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar, Kompol Masaluddin justru meyakini operasi zebra yang dilakukan pihaknya mampu meminimalisir menyebabkan terjadinya kecelakaan lalulintas. Sebab, Masaluddin mengaku, pada operasi zebra tahun ini, kepolisian lalulintas lebih memprioritaskan beberapa pelanggaran lalulintas yang paling dominan menjadi penyebab lakalantas.

“Yang menjadi fokus road safety dalam Operasi Zebra tahun ini yakni pelanggaran helm, penggunaan HP saat mengemudi, berkendara saat mabuk, melanggar batas kecepatan, melawan arus, pelanggaran sabuk pengaman dan pengemudi dibawah umur dan kelengkapan surat surat berkendara,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata Masaluddin, Samsat Makassar juga menyediankan fasilitas pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) di sejumlah titik yang dekat dengan lokasi operasi zebra.  Menurutnya, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan oleh Samsat Makassar untuk mengurangi beban para wajib pajak dalam membayar pajak di kantor Samsat dan unit yang hanya hadir sesuai jadwal yang ditentukan. “Mereka yang ditilang karena pajak kendaraannya belum dibayarkan, bisa langsung membayar pajak di lokasi (operasi zebra) tersebut tanpa harus ngatri di kantor Samsat lagi,”ujarnya.

Masaluddin mengungkapkan, selain meminimalisir penyebab lakalantas yang kerap terjadi di jalan raya, operasi zebra tahun ini juga diupakan dapat mengingatkan pengguna kendaraan agar membayar pajak kendaraan tepat waktu. Lebih jauh, Masaluddin juga mengimbau kepada pengendara agar mematuhi aturan berlalu lintas. “Pengendara baik itu roda empat atau pun roda dua agar melengkapi surat-surat kendaraan saat berkendara,”imbaunya.

 

Penulis : Nurfadhilah

 

No Responses

Leave a Reply