LBH Pers : Tidak Dibenarkan Penyidik Kepolisian Memeriksa Jurnalis

LBH Pers : Tidak Dibenarkan Penyidik Kepolisian Memeriksa Jurnalis

RADAR MAKASSAR – Tindakan penegak Hukum yakni  Kepolisian yang memeriksa wartawan, Wahyuddi Yunus, jurnalis Radarluwuraya.com, dan Iccank Razcal, wartawan Media Duta, sebagai saksi dalam masalah pemberitaan, dengan terlapor Rais Rahman yang menjadi narasumber dalam berita itu. Hal tersebut dianggap telah membungkam kebebasan pers dalam melakukan tugas.

Padahal pemeriksaan tersebut merupakan sengketa berita yang harusnya dilakukan dengan cara-cara yang diatur oleh undang-undang khusus pers, terlebih Kapolri dengan tegas menyatakan, bahwa wartawan mendapatkan imunitas dan tidak dapat dijerat langsung dengan pidana.

Hal ini diungkapkan oleh, Fajrin dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH-Pers) Makassar. Ia mengatakan, aparat kepolisian dari Luwu Raya sangat melanggar aturan yang berlaku antara Polri dan Dewan Pers pusat.

“Tidak dibenarkan penyidik kepolisian memeriksa jurnalis tanpa didampingi hukum,” ucap, Fajrin LBH Pers, Jumat (23/11/2018).

Lebih jauh menurutnya, ketika aparat penyidik dari pihak kepolisian memahami aturan, pemeriksaan salah satu wartawan tidak akan terjadi.

Dimana seharusnya pers dilindungi dengan undang-undang tersebut sehingga untuk urusan pemberitaan yang dianggap mencemarkan nama baik, tentu saja polisi wajib menerapkan prinsip lex spesialis.

“Berdasarkan MoU Kapolri dengan Dewan Pers setiap perkara jurnalis dikedepankan menggunakan UU Pers,” ujarnya. (Inikata.com)

 

 

No Responses

Leave a Reply