Pakar Hukum Meminta Penyidik Hentikan Kasus Gedung PWI

Pakar Hukum Meminta Penyidik Hentikan Kasus Gedung PWI

RADAR MAKASSAR – Pakar hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Hambali mengatakan, kasus Gedung PWI Sulsel harus dihentikan. Sudah ada putusan bersifat Inkracht atau berkekuatan hukum tetap terkait gugatan perdata terhadap persoalan kantor PWI Sulsel itu,  beberapa waktu lalu.

“Itu kan sudah Inkracht atas kepemilikannya dan tidak melanggar hukum. Alas penguasaan objek itu juga sah menurut hukum, maka tidak ada perbuatan kriminal pada persoalan itu. Apanya yang mau diusut” kata prof Hambali, kemarin.

Ia menilai, sangat aneh jika kasus tersebut dilanjutkan. Kepolisian dan Kejaksaan dinilai mengacuhkan putusan Pengadilan Negeri yang sah dan mengikat secara hukum.

“Tentu akan menjadi tanda tanya, ada apa?. Putusan PN itu sah dan mengikat. Ini harus jadi pertimbangan,” jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan Pakar hukum perdata dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Prof Sufirman Rahman. “Dari kaca mata hukum tentu harus dihentikan. Toh buat apa dilanjutkan lagi, sudah ada putusannya,” tegas Sufirman, kemarin.

Ia mempertanyakan sikap Kepolisian dan Kejaksaan yang melanjutkan kasus penyewaan lahan tersebut ke ranah hukum apalagi mempersangkakan mantan Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh atas kasus itu. Padahal, kata Sufirman mereka tidak memiliki dasar hak.

Sebelumnya Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel), Salahuddin mengatakan, pihaknya akan memberikan informasi sehubungan dengan hal tersebut usai tim penyelidik telah mendapatkan beberapa keterengan untuk dipublikasi.

“Saat ini kami belum bisa berkomentar lebih banyak sebab kami juga sedang menunggu informasi dari tim penyelidik, termasuk soal materi yang diberikan oleh kedua saksi,” ungkapnya. (and/pop/ind)

No Responses

Leave a Reply