Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi Sebagai Pembentukan Karakter Bangsa

Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi Sebagai Pembentukan Karakter Bangsa

RADAR MAKASSAR –Pendidikan  merupakan upaya yang terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar berkembang dan tumbuh menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, berilmu, sehat, dan berakhlak mulia baik dilihat dari aspek jasmani maupun rohani.

Pendidikan berperan penting untuk memajukan peradaban manusia. Mengingat tujuan pendidikan pada intinya ada dua, yaitu menjadikan peserta didik menjadi orang yang pandai sekaligus juga orang baik. Bila tujuan tersebut dapat dicapai, peradaban manusia akan cenderung menjadi lebih maju dibanding sebelumnya. Sebaliknya, bila kedua atau salah satu tujuan tersebut dikesampingkan, yang terjadi adalah hancurnya peradaban bangsa.

Pendidikan merupakan salah satu penuntun generasi muda untuk ke jalan yang benar. Jadi, sistem pendidikan sangat memengaruhi perilaku generasi muda ke depannya. Termasuk juga pendidikan anti korupsi dini. Pendidikan, sebagai awal pencetak pemikir besar, termasuk koruptor sebenarnya merupakan aspek awal yang dapat merubah seseorang menjadi koruptor atau tidak.

Pedidikan merupakan salah satu tonggak kehidupan masyarakat demokrasi yang madani, sudah sepantasnya mempunyai andil dalam hal pencegahan korupsi. Salah satu yang bisa menjadi gagasan baik dalam kasus korupsi ini adalah penerapan antikorupsi dalam pendidikan karakter bangsa di Indonesia.

Dalam kaitannya dengan Pendidikan anti korupsi untuk menciptakan Pemerintahan yang bersih dapat dilakukan melalui upaya pembinaan, penyempumaan, penertiban, pengawasan, dan pengendalian manajemen secara berencana, sistemik, bertahap, komprehensif, dan berkelanjutan agar terwujudnya tatanan pemerintahan dan birokrasi yang bersih, efisien, efektif, profesional, dan kompetitif sehingga terwujud pemerintahan yang bersih dan baik (good governance).

Reformasi birokrasi pemerintah merupakan upaya melakukan perubahan secara signifikan melalui tindakan atau rangkaian kegiatan pembaharuan secara sistematis dan upaya penataan, peninjauan, penertiban, perbaikan, penyempurnaan dan pembaharuan sistem, kebijakan dan peraturan perundang- undangan bidang aparatur, termasuk perbaikan komitmen atas peraturan.

Pembentukan sumber daya manusia yang berkompeten dalam pemerintahan yang bersih yaitu sumber daya manusia yang mampu menciptakan bukan saja nilai komparatif, tetapi juga nilai kompetitif dan inovatif. Sumber daya manusia yang kompeten terbentuk melalui kegiatan pendidikan baik secara formal maupun non formal. Selain itu kompetensi sumber daya manusia menjadi lebih berkualitas juga melalui pelatihan-pelatihan, jadi fungsi pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia.

Oleh : Ramzah Thabraman

No Responses

Leave a Reply