Danny Pomanto Kunjungi Kediaman Korban Penembakan KKSB Papua

Danny Pomanto Kunjungi Kediaman Korban Penembakan KKSB Papua

RADAR MAKASSAR – Radit, bocah 4 bulan bersama kakaknya Ikki yang berumur 2 tahun hanya bisa memandang wajah-wajah penuh iba yang menghampiri. Rumahnya yang berbalut semen seadanya tiba-tiba saja ramai di datangi orang-orang penting.

Mungkin saja mereka belum mengerti apa-apa. Mungkin juga tak pernah mengira pria yang duduk bersila di hadapannya adalah wali kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto.

Bola matanya yang mungil terus saja melihat dengan seksama wajah-wajah yang mendatanginya. Terutama Radit yang dipangku sang ibu, Fadilah Aulia. Ia sesekali menyunggingkan senyum memperhatikan setiap kali wali kota berbicara.

Di atas sebuah lantai semen tertutup ambal, di situlah duka itu menyisahkan pilu bagi keluarganya. Kerinduan Radit dicumbu sosok Ayah pun harus pupus selamanya.

Danny yang memberi semangat kepada keluarga yang berduka, sesekali memutus pembicaraannya dan berbalik mencubiti pipi tembem bocah malang yang terus memperhatikannya. “Kenapa ki Nak, sehat selalu yah,” ucap Danny.

Sementara Ikki kakaknya yang sudah bisa berlari kesana kemari juga tidak lepas mengamati wajah Danny. Ia terlihat lebih riang berpindah dari satu pangkuan ke pangkuan lain. Bocah ini dikabarkan bercita-cita jadi polisi agar kelak bisa membalaskan dendam keluarganya, dan membasimi para separatis biadab itu.

Yah, Radit dan Ikki adalah anak-anak dari Almarhum Muhammad Fais Syahputra. Fais merupakan salah satu korban Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kabupaten Nduga, Papua.

Hanya Rumah yang belum sempurna pengerjaannya itu menjadi harta peninggalan sang Ayah. Tinggallah Radit dan Ikki bersama ibunya tanpa Ayah yang selama ini mencari nafkah untuk mereka.
Rumah itu terletak di Sudiang, Jl. Selayar, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya.

“Sabarki, ini sudah jalan Tuhan. Ayah telah berjuang untuk keluarga, untuk kepentingan orang banyak dan bangsa ini. Insya Allah beliau adalah pahlawan yang gugur dalam keadaan syahid,” kata Danny menyampaikan keprihatinannya saat bertandang ke rumah korban, Senin (10/12).

Kepada Camat dan Aparat lurah setempat, Danny tak lupa mengecek untuk memastikan, kiranya segala kebutuhan yang bisa meringankan duka keluarga almarhum terpenuhi.

Keluarga mendiang Fais pun mengaku sangat berterima kasih, seluruh aparat pemerintah kota Makassar senantiasa hadir di tengah-tengah mereka.

“Kami sangat berterima kasih, Pak Wali. Sejak pertama jenazah almarhum tiba, hingga hari ini, Pak Camat, Pak Lurah tak henti-hentinya mengunjungi kami. Kami keluarga sangat tebantu,” kata salah seorang keluarga korban.

Kelurga korban pun terlihat sudah begitu tabah dan ikhlas atas peristiwa yang mereka alami. Terlebih, dari pengakuan Camat Biringkanaya Mahyuddin negara telah menjamin pendidikan Radit dan Ikki hingga lulus SMA.

“Melalui kementerian pendidikan, kami disampaikan kalau Radit dan Ikki semua biaya pendidikannya sampai SMA ditanggung oleh negara,” pungkasnya.

Dari pantauan di lapangan, tampak teras rumah duka masih beralantai tanah. Dinding rumah belum diplester sehingga masih jelas terlihat material batako yang tersusun menjadi dinding.

Langit-langit rumah juga belum diplafon sehingga ketika melihat ke atas pandangan tertuju langsung pada atap genteng dengan rangka kayu yang menyanggahnya.

Terdapat karangan bunga sebagai ucapan belasungkawa dari wali kota Makassar dan keluarga besar RSUD Daya bersandar pada pagar kayu depan rumahnya.

Sebelum beranjak, Danny juga meminta kepada warga sekita agar senantiasa mendoakan korban. Termasuk, 3 warga Makassar lainnya yang belum ditemukan.

“Mari kita doakan semuanya, diberi keselamatan. Semoga cepat ditemukan,” pungkas Danny sebelum akhirnya berpamitan dan meninggalkan lokasi tersebut. (*/fly)

No Responses

Leave a Reply