Sambil Ngopi PJI Sulsel Diskusikan Independensi Jurnalis di Tahun Politik

Sambil Ngopi PJI Sulsel Diskusikan Independensi Jurnalis di Tahun Politik

RADAR MAKASSAR –  Pengurus Pengurus Daerah (Pengda) Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel menggelar diskusi akhir tahun dengan tema “Independensi Jurnalis di Tahun Politik”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Warkop Press Corner, Jalan Pengayoman dengan menghadirkan tiga pembicara yakni pakar politik pendidikan UNM, Dr Yasdin Yasir, Komisioner KPU Sulsel, Muh Asram Jaya dan Ketua Prodi Komunikasi UMI, Dr Hadawiah.

Ketua Harian Pengda PJI Sulsel, Darwin Fatir mengatakan, selain menghadirkan pembicara utama, pihaknya juga mengundang Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal juga dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama atau Keynote speaker. Diskusi ini pandu dewan pengarah Pengda PJI Sulsel, Suriani Mappong.

“Saya mengajak semua kawan-kawan jurnalis, pengurus dan anggota PJI untuk berpartisipasi dalam berdiskusi ini. Ayo ngopi bersama sambil berdiskusi,” ujarnya.

Terlepas dari tema kegiatan tambah pewarta kantor berita Antara tersebut, diskusi akhir tahun ini sebagai bentuk silaturahmi sesama jurnalis untuk sama-sama berfikir bagaimana agar memposisikan diri sebagai penyeimbang dan independen dalam memberitakan proses pesta demokrasi yang akan berlangsung secara serentak pada 17 April 2018 .

Selain itu, diskusi kali ini diharapkan, kata dia, dapat memberikan pencerahan kepada pekerja kulit tinta tentang bagiamana menjaga netralitas jurnalis dalam menjalankan tugasnya sesuai yang diatur dalam Undang-undang Pers tahun 1999 beserta Kode Etik Jurnalistik (KEJ)

” Saat ini teknologi dan informasi begitu cepat seiring dengan perkembangan zaman. Disisi lain pertumbuhan Media dalam Jaringan (Daring) atau media online juga mengalami peningkatan cukup pesat, ” ujar alumnus Teknik UNM ini.

Kendati demikian, bertumbuhnya media daring, atau online saat ini juga sangat berpotensi disalahgunakan oknum-oknum yang ingin memanfaatkan media sebagai panggung politiknya lalu mengabaikan kaidah dan aturan jurnalistik yang sudah diatur dalam kode etik jurnalistik.

“Kami berharap dengan kegiatan ini bisa memberikan pemahaman kepada kawan-kawan jurnalis agar tetap konsisten dalam menjalankan tugasnya serta tetap berpedoman pada kode etik agar pembaca percaya media masih memiliki integritas mengingat pers sebagai pilar ke empat demokrasi,” ungkap dia.(*/fly)

No Responses

Leave a Reply