Dorong Millenial Menuju Indonesia Emas

Dorong Millenial Menuju Indonesia Emas

JAKARTA, RADAR MAKASSAR – Badan Statistik Indonesia (2012) menganalisa bahwa Indonesia akan
mengalami bonus demografi sekitar tahun 2025 dan Provinsi DKI Jakarta diperkirakan sudah
mengalami bonus demografi yang terus berlangsung hingga tahun 2030.

Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (2017) agar Indonesia dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi
dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan, termasuk kaitannya dalam
menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja.

Dengan demografi yang dimiliki, Indonesia
diperkirakan akan mencapai keemasan pada tahun 2045, tepat 100 Tahun setelah merdeka (BPS,
2015). Mereka yang termasuk usia produktif (15-64 tahun) pada tahun 2045 nanti merupakan penduduk
yang saat ini berusia 0-37 tahun, termasuk generasi millennial yang kini berusia 17-37 tahun.

Sebelum memasuki masa keemasan, anak-anak muda Indonesia ini memerlukan persiapan yang
berkualitas. Kualitas ini dibutuhkan agar mereka dapat ‘survive’ di era globalisasi dengan derasnya
arus komunikasi dan teknologi.

Kemampuan dasar di bidang literasi sangat dibutuhkan agar tetap bisa melakukan komunikasi dan menerima informasi. Kemampuan tersebut dapat berkembang
dengan pendidikan yang baik.
Pendidikan, sebagai aspek paling penting untuk mewujudkan generasi yang berkualitas, menjadi
salah satu alasan khusus agar siswa Indonesia setidaknya memiliki pengalaman sekolah di luar negeri
yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

Pengalaman ini akan mempertajam kemampuan literasi berbahasa Inggris serta kemampuan interaksi multikultural
dengan siswa dari negara-negara lain. Quest International University Perak (QIU), salah satu institusi
pendidikan tinggi di Ipoh-Malaysia, didirikan untuk mengembangkan kemampuan siswa yang cerdas
dan menghasilkan lulusan berkualitas yang memiliki ambisi dan kapasitas intelektual yang mumpuni.

Lebih dari 5 fakultas dengan lebih dari 40 jurusan, QIU dapat menjadi pilihan bagi siswa Indonesia
untuk melanjutkan pendidikan tingginya kelak.
“QIU memiliki standar internasional untuk memaksimalkan pendidikan yang berkualitas.

“Bagi kami, membangun karakter melalui sistem pendidikan dan lingkungan yang mendukung sangatlah penting. Oleh karena itu, melalui lingkungan belajar yang multikultural serta kondusif meskipun jauh dari
rumah, kami menciptakan lulusan siap kerja melalui kesempatan praktik yang besar,” jelas Nicholas Goh, CEO QIU, di Jakarta pada 10 Desember 2018 lalu.

QNET, sebuah perusahaan penjualan langsung yang tergabung dalam Grup QI di Malaysia dan juga
terdaftar di Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), memberikan dana hibah sebesar USD
100,000 atau sekitar Rp 1,5 milyar kepada QIU sebagai dana penelitian mengenai daur ulang plastik.

“Grup QI sangat tertarik terhadap hasil penemuan QIU mengenai daur ulang sampah plastik ini.
Sangat menarik mengetahui bahwa QIU menemukan 7 plastik yang dapat didaur ulang menjadi
batu-bata. Dengan demikian nilai plastik bekas akan sangat berharga sehingga masyarakat
mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Ganang Rindarko, GM QNET
Indonesia.

Sejalan dengan misi mewujudkan Indonesia Emas dari hasil bonus demografi, QIU memberikan
kesempatan siswa di Indonesia memiliki pengalaman mengenyam pendidikan di luar negeri yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas, siap kerja, dan mampu berinteraksi di lingkungan
multikultural.(rilis)

No Responses

Leave a Reply