Kasus Pencurian Ternak di Polres Takalar di Praperadilankan

Kasus Pencurian Ternak di Polres Takalar di Praperadilankan

RADAR TAKALAR – Kuasa hukum H Dambaru Dg Lau beralamat di Poling Bangkeng Utara resmi mendaftarkan gugatan praperadilan pada PN takalar dengan No 02 / K / 2009 dalam hal penetapan tersangka oleh penyidik Reserse Krimum Polres Takalar, Polda Sulsel.

Pasalnya, sebelumnya sudah terjadi penahanan atas nama Lewang dan Nyapu. Dalam hal praperadilan selaku kuasa hukum menganggap bahwa tindakan penyidik Kanit 1 Krimum Polres Takalar IPDA Hatta bersama tim, dianggap menyalahi aturan berdasarkan perkap No 14 thn 2019 serta pasal 184 KUHAP dan pasal 109 huruf 1 KUHAP.

Dan juga tidak sesuai dengan putusan MK No 130 tahun 2015 tentang tenggang waktu pelimpahan SPDP atau Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan dgn surat perintah penyidikan perkara tindak pidana.

“Klien kami pada saat kejadian mendapatkan telpon dari seorang oknum Polri bahwa telah terdapat kerbau yang sedang terikat di pohon dan menyampaikan mungkin bisa diliat siapa tau kerbaunya,” kata Azis.T, Jumat lalu.

Ia menambahkan disaat itu secara kebetulan ada Nyapu dan Sewang berada di rumah klien dengan maksud dan tujuannya untuk datang meminjam uang untuk menggadaikan tanahnya ke anak kliennya yakni H jabir daeng bonto.

“Tapi karena mendapatkan info tentang ditemukan kerbau sehingga meminta tolong kepada lel Nyapu dan Sewang (tsk dilembaga) untuk melihat terlebih dahulu, namun disampaikan bahwa tidak bisa jika bekerja keras sehingga dengan begitu klien kami bersama-sama dengan lel nyapu dan sewang menuju lokasi kerbau ditemukan dan dalam perjalanan bertemu dengan lel Gassing Daeng Taba dan kesana dengan naik kendaraan milik klien,” tambahnya.

Azis.T juga menyampaikan pada saat tiba dilokasi kliennya berkata bahwa bukan kerbaunya, tetapi yang tau persis yakni pengembalanya dan kemudian naik diatas milik milik kliennya dan kemudian Gassing Daeng Taba memerintahkan Nyapu dan Sewang untuk membawa kerbau tersebut ke Polsek Polombangkeng Utara.

“Namun sebelumnya kasih mampir di rumah lel H Jabir dg Bonto siapa tau kerbaunya dan sebelum kerbau tersebut dibawa seorang lel an dg beta ( Purn TNI ) mengatakan “ potongkan tali ikatannya sepotong karena itu tali milik Sy), kemudian lel sewang memotong dan menyerahkan dan lalu kerbau tersebut dibawa sesuai perintah gassing dg taba ( anggota Polri ) dan sebelum sampai di Polsek mereka dikasih singgahlah di rumah H jabir dg bonto untuk diperlihatkan,” ungkap Azis.T

Sementara itu, lanjut Azis.T namun karena kliennya tidak ada dan masih dikantor sehingga kerbau tersebut di ikat dibelakang mesjid tidak jauh dari rumah H Jabir dg Bonto.

“Sekitar jam 17.00 WITA seorang datang kerumah lel H Jabir dg Bonto bersama beberapa orang dengan mengaku ada kerbaunya sedang di ikat didalam sini, sehingga lel Jabir dg Bonto mengatakan betul kerbaunya “Jawab pemilik” iya betul ‘tanya jabir ‘ adaji suratnya’jawab pemilik “tidak ada namun adaji daftarnya di kelurahan “jawab jabir “‘Klau bgitu ambilmi ‘sebelum kerbau dibawa keluar “ Jabir kembali taya dengab maksud memperjelas” tidak bermaslahji itu kerbau”jawab pemilik” tidak adaji masalah dan bukanji curian ‘kemudian kerbau tersebut di bawa pergi,” terangnya.

Kuasa hukum lain Hardyanto menambahkan sekitar jam 18.45 WITA seusai magrib Kades Pa,rappungan membawa pemilik ditemani beberapa orang untuk melapor ke Polsek Polombangkeng Utara Takalar namun di tolak dengan alasan kerbau sudah ditemukan dan sudah berada ditangan pemilik.

“Karena rombongan Kades ini merasa tidak puas, maka sekitar jam 21.22 langsung ke Polres takalar dan mendesak agar laporan polisi diterima dengan kasus pencurian sehingga saat itupun di buatkan laporan,” ujarnya.

Begitupun, Kuasa hukum lainnya Kaesaruddin menuturkan, dalam proses penyelidikkan dan ditingkatkan ke tahap penyidikan maka penyidik Polres takalar menentukan tersangka yakni Sewang dan Nyapu sebagai pelaku pencurian pasal 363 ayat (1) dan ditahan kemudian diterbitkan lagi surat penyidikan lanjutan oleh pihak penyidik Polres Takalar dan mengeluarkan SPDP dengan menentukan lel H Tambaru dg Lau sebagai tersangka.

“Atas kejadian ini kami menganggap ada suatu kecerobohan dan tindakan sewenang-wenangan dan terlalu memaksakan perkara sehingga bisa jadi tidak sesuai dengan perkap Kapolri /SOP penyelelidikan dan penyidikan serta hukum acara dan hanya melihat adanya desakan kelompok yang dengan sengaja ingin menjatuhkan nama baik keluarga dan atau kehormatan klien kami ataukah bisa jadi adanya tendensi politik didalamnya, apalagi sudah memasuki tahap Pilkada 2019,” urainya.

Selain itu, dengan adanya kejadian yang dialami oleh kliennya dan tidak pernah ada niat ataupun menguntungkan buat dirinya dalam melakukan tindak pidana pencurian sehingga pihaknya merasa dirugikan atas kasus tersebut.

“Kami kuasanya melalaikan upaya hukum praperadilan demi kepastian hukum dan rasa adil dengan bekerja profesional bukan karena adanya tendensi dari manapun juga,” tandasnya.

Pada tanggal 3 Januari 2019, kuasa hukum H Dambaru Dg Lau beralamat di Poling Bangkeng Utara resmi mendaftarkan gugatan praperadilan pada PN takalar dengan No 02 / K / 2009 dalam hal penetapan tersangka oleh penyidik Reserse Krimum Polres Takalar, Polda Sulsel. (rils)

 

No Responses

Leave a Reply