Komisi D Soroti Minimnya Anggaran Pengawasan Lingkungan

Komisi D Soroti Minimnya Anggaran Pengawasan Lingkungan
Darmawangsyah Muin

RadarMakassar.com--Minimnya anggaran di sektor lingkungan disoroti oleh komisi D DPRD Sulsel. Ketua Komisi D, Darmawansyah Muin mengatakan anggaran untuk pengawasan lingkungan perlu diperhatikan. Selama ini Pemprov hanya menghabiskan anggaran untuk sektor yang tidak produktif. Sementara, sektor lainnya terabaikan. Hal tersebut diungkapkan Darmawansyah saat menjadi narasumber di Diskusi Awal Tahun Harian Radar Makassar, bertemakan “Membangun Tanpa Merusak” di Warkop Dottoro, Rabu (16/1).

Kata Darmawansyah, maraknya tambang ilegal di Sulsel membuat lingkungan semakin rusak parah. Bahkan bencana terbaru yang paling dirasakan masyarakat adalah abrasi besar-besaran di Kabupaten Galesong, Kecamatan Takalar. Komisi D bahkan langsung melakukan konsultasi dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Ditemukan kontradiktif regulasi antara Pemprov dan dua kementerian tersebut. “Anggaran di sektor lingkungan selama ini sangat minim. Karena ini masih masa transisi, kita dorong ada di tahun 2020,” kata Darmawansyah.

Sama halnya yang terjadi di Sidrap dan Enrekang. Kata Darmawansyah, banyak warga yang mengaduh ke dewan karena kerusakan lingkungan akibat penambangan. Dewan pun melakukan mediasi. “Akhirnya meredah karena kami tidak bisa terlalu masuk ke penyelesaiannya. Hanya mediasi,” tuturnya.
Menurutnya, eksekutif dalam hal ini Pemprov harus intens melakukan koordinasi dengan Kepolisian untuk penertiban. Di Gowa beberapa waktu lalu, beberapa titik tambang liar sudah ditertibkan berkat kerjasama semua pihak. “Jadi intinya, kita memerlukan anggaran yang besar dan koordinasi yang luar biasa dengan seluruh perangkat kabupaten dan penegak hukum,” tukas legislator Gerindra itu. (*)

Penulis : Popi

No Responses

Leave a Reply