Kesejahteraan Warga Makassar Meningkat

Kesejahteraan Warga Makassar Meningkat
Iskandar Lewa. IST

Radar Makassar.com--Tingkat kesejahteraan warga Kota Makassar meningkat. Salah satu indikatornya adalah berkurangnya bantuan bagi masyarakat miskin. Pernyataan itu disampaikan Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar Iskandar Lewa.Menurutnya jumlah masyarakat prasejahtera setiap tahunnya berkurang di Kota Makassar, pasalnya salah satu standar kota dunia adalah itu.

“Sesuai data dari tim pengentasan kemiskinan terpadu jumlah masyarakat prasejahtera di Makassar itu kurang lebih 54 ribu. Saya yakin angka itu berkurang dari tahun sebelumnya karena masa kota dunia sementara tidak berkurang jumlah orang miskinnya,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Dg Emba itu juga menyebut jika dirinya tidak merasa bangga jika banyak bantuan untuk masyarakat miskin yang masuk ke Kota Makassar, sebab ia menilai banyaknya bantua merupakan kemunduran bagi Kota Makassar

“Yang perlu dihilangkan adalah kebanggaan ketika mendapatkan bantuan untuk orang miskin, seperti itu harusnya tidak perlu dibanggakan karena itu suatu kemunduran,” terangnya.

Anggaran bantuan pemerintah untuk kemiskinan lanjutnya, ia perkirakan akan terus meningkat. Meningkatnyapun bukan karena jumlah orang miskin meningkat akan tetapi jumlah bantuan setiap kepala keluarga yang meningkat.

Sedangkan khusus bantuan dari Makassar yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) berupa bantuan usaha ekonomi produktif bagi masyarakat tidak mampu atau prasejahtera namun memiliki usaha dan potensi untuk dikembangkan.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa bantuan masyarakat miskin bukan cuma berupa uang tunai, bahkan berupa barang dan sembako juga diberikan.

“Jadi ada bantuan barupa uang tetapi uangnya sudah terarah, ada juga bantuan pangan non tunai dengan sistem memakain kartu seperti ATM dan bisa mengambil sembako sesuai dengan isi voucernya tsrsebut di toko toko yang telah ditentukan pemerintah,” ungkapnya.

Diketahui, bantuan pokok sebesar Rp500 ribu jikalau tidak memiliki indikator lain, sementara jika penerima manfaat memiliki anak masih SD ada SMP, ataukah sementara hamil atau menyusui dan memiliki lansia dalam keluarga

“Nah kalau ada seperti itu bisa 4 juta sampai 7 juta dia terima per kepala keluarga. Karena dihitung semua itu. Inilah tugasnya kita untuk mendata semua itu,” tutupnya.(nra/rah)

No Responses

Leave a Reply