Appi-Cicu Menggugat, Pakar : Menggelikan

Appi-Cicu Menggugat, Pakar : Menggelikan
Appi-Cicu. Foto : ist

RadarMakassar.com–Gugatan pasangan tunggal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) pada Pilwali Makassar 2018 lalu dinilai menggelitik. Gugatan yang dilayangkan oleh Appi-Cicu lewat pengacara kondang, Yusril Ihza Mahendra itu rencananya disidangkan tanggal 19 Februari 2019 pukul 13.30 WIB di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Sangat menggelikan. Apalagi yang mau dibahas di dalamnya kalau prosesnya saja sudah selesai. MK ini hanya mau menghibur tim Appi-Cicu yang masih semangat meski sudah kalah,” cetus Pengamat Hukum Tata Negara Unhas, Prof Aminuddin Ilmar, Rabu (13/2).

Gugatan bernomor 14/PUU/XVII/2019 itu berisi sengketa hasil Pilwalkot Makassar atas nama peserta tunggal Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). Mereka mempersoalkan Pasal 54D ayat 2 jo ayat 3 dan 4 UU Pilkada yang dinilai tidak memiliki hukum mengikat.

Isi gugatannya yakni, pengujian UU No.10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Pasal 54D ayat 2 jo ayat 3 dan 4.
“Pemilihan ulang nantinya tidak dibuka untuk semua orang peserta yang baru, melainkan hanya diadakan bagi satu pasangan calon, untuk kembali melawan Kolom Kosong untuk kedua kalinya.” Demikian tafsir Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi dan Yusril Ihza Mahendra sebagai pemohon.

Prof Ilmar menilai Appi-Cicu belum legowo. Segala cara akan dilakukan agar kembali mencalonkan diri di Pilwali tahun depan, berhadapan dengan kolom kosong. Namun, cara tersebut dinilai akan menciderai sistem demokrasi. “Bisa jadi karena faktor psikologis. Walaupun mereka berhak dengan gugatannya, hanya saja prosesnya sudah selesai,” ujarnya.

Guru Besar Unhas itu menilai, warga Makassar adalah pemilih rasional. Upaya tim hukum Appi-Cicu menggugat UU Pilkada di MK akan sia-sia saja. “Kalaupun pengujiannya diterima MK, tidak akan berpengaruh. Warga Makassar itu pemilih rasional,” ungkapnya.

Dikonfirmasi, tim kuasa hukum Appi-cicu, Habibi berdalih tak tahu menahu soal gugatan tersebut. Ia bilang tak dilibatkan.
“Saya tidak tahu soal itu,” singkatnya. Sama halnya dengan Munafri Arifuddin. Pesan singkat dan telepon yang dilayangkan tidak direspon hingga berita ini diturunkan. (and-m2/pop)

No Responses

Leave a Reply