Kijang Divonis Bebas, Polisi Kecewa dengan Hakim

Kijang Divonis Bebas, Polisi Kecewa dengan Hakim
Ilustrasi

RadarMakassar.com--Vonis bebas terhadap Syamsul Rijal alias Kijang, terdakwa bandar narkoba Syamsul Rijal alias Kijang (32) dinilai janggal. Salah satu bandar terbesar di Sulsel itu sebelumnya dituntut enam tahun penjara. Namun Pengadilan Negeri (PN) Makassar memvonis bebas Kijang, Selasa (8/2) lalu. Humas PN Makassar, Bambang Nurcahyono berdalih barang bukti sabu yang menjerat Kijang dan kelompoknya ke peradilan seberat 3,4 Kg. Padahal, yang terungkap di dalam fakta persidangan hanya sekitar 2,4 Kg. “Ini perlu diluruskan, barang buktinya tidak seperti yang dikatakan 3,5 kilogram. Pada fakta kenyataan yang diajukan hanya sekitar 2,4 Kilogram,” bela Bambang (13/2).

Selain membantah barang bukti sabu seberat 3,4 Kg, Bambang Nurcahyono juga mengatakan vonis bebas dari terdakwa bandar sabu, Kijang, tersebut divonis bebas karena dinilai tidak mencukupi dua alat bukti, yaitu keterangan saksi dan keyakinan hakim tidak terpenuhi. “Dakwaan di surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum itu tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sebagai ketentuan hukum. Jadi artinya pembuktian minimum dua alat bukti (saksi) dan keyakinan hakim sebagaimana pasal 183 Kuhap itu tidak terpenuhi,” jelasnya.

Makanya, kata Bambang, Ketua majelis hakim Rika Mona dan dua hakim anggota, Cening Budiana dan Aris Gunawan, memutuskan dengan pertimbangan fakta persidangan. “Intinya memang karena tidak cukup bukti yang bisa meyakinkan sehingga divonis bebas,” sebut Bambang.

Ia menjelaskan, hakim menganggap saksi-saksi yang dihadirkan oleh JPU tidak ada yang memberatkan terdakwa dalam persidangan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan empat orang saksi dalam persingan tersebut, yaitu dari pihak kepolisian Dicky sugino dan Suparman, sementara dua orang lagi saksi terpidana narkoba dalam kasus yang sama, yaitu Egi dan Edy Chandra.

Kata Bambang, Kijang tinggal menunggu keputusan dari Jaksa untuk keluar dari tahanan. “Masalah dibebaskan atau tidaknya itu semua adalah jaksa sebagai eksekutor,” jelasnya.

Sebelumnya, Diresnarkoba Polda Sulsel, Kombes Hermawan mengaku sangat kecewa dengan vonis bebas Syamsul Rijal alias Kijang dalam kasus kepemilikan sabu 3,5 kg. “Pastilah (kecewa), artinya ini kan jelas jaringan kalau disuruh semua mengaku jaringan tidak mungkin mengaku, tapi dari awal ini kan semua sudah ada bukti buktinya lengkap,” ujar Hermawan kepada awak media.

Syamsul alias Kijang, kata Hermawan, merupakan satu dari sekian banyak bandar besar yang sudah bertahun-tahun menjadi incaran dan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi selama dua tahun. “Dia ini kan jaringan Cullang, kami tangkap di Pulau Sungai Nyamuk di Kalimantan Utara. Tentunya disayangkan kalau divonis bebas,” cetusnya.

Namun demikian, Polda yakin Kejaksaan akan melakukan upaya hukum berupa kasasi. Kasasi menjadi langkah berikut karena vonis ini belum inkracht sepenuhnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Hariani Gali juga mengakui telah melakukan langkah hukum. “Iya, hakim memutuskan vonis bebas. Sebelumnya saya tuntut pidana penjara 6 tahun. Kami sudah ajukan kasasi,” kata Andi Hariani Gali.

Syamsul Rijal alias Kijang divonis bebas dalam persidangan di PN Makassar dengan nomor perkara 1434/Pid.Sus/2018/PN Mks. Berkas putusan yang dirilis dalam laman resmi PN Makasar berbunyi, menyatakan terdakwa Syamsul Rijal tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan pertama, kedua, dan dakwaan ketiga.

“Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan-dakwaan tersebut. Memerintahkan agar terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan. Di putusan juga disebutkan agar memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya. Serta, membebankan biaya perkara kepada negara.” Demikian isi putusannya.

Adapun JPU Andi Hariani Gali mendakwa Kijang dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta pada dakwaan kedua dengan Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (m1/pop)

 

No Responses

Leave a Reply