Ditetapkan Tersangka, Istri Wakil Bupati Bone Harus Ditahan

Ditetapkan Tersangka, Istri Wakil Bupati Bone Harus Ditahan

RADARMAKASSAR.COM – Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik BOP PAUD yang melibatkan Istri Wakil Bupati Bone Hj. Erniati S.Pd belum ada tindaklanjut. Pasalnya kasus yang bergulir sepekan di Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel itu belum menahan tersangka.

Pengamat Hukum dari Unibos, Ruslan Renggong mengatakan, secara objektif tersangka Erniati bersama beberapa tersangka lainnya layak dan harus ditahan atas kasus dugaan korupsi yang menjeratnya.

“Secara onjektif kalau ancaman pidananya lima tahun atau diatas, itu bisa ditahan. Kalau kasus korupsi itu sudah pasti ancaman pidananya lima tahun atau lebih. Syarat objektifnya sudah memenuhi,” ucapnya.

Sementara syarat subjektif, lanjut Ruslan, ada pada penyidik. Apakah penyidik mau melakukan penahanan atau tidak.  Syarat subjectif ini terkait dengan tiga hal, apakah tersngka merusak barang bukti, mengulangi perbuatannya, atau menghilangkan barang bukti.

“Tergantung penyidik apakah mau melakukan penahanan atau tidak, tergantung pertimbangan tadi itu. Kalau penyidik mengatakan saya tahan untuk kepentingan penyidikan misalnya merusak barang bukti itu boleh tapi kalau tidak melakukan penahanan itu juga tidak salah karena memang ada dasanya, itu tadi,” tutur Ruslan.

Kendati demikian, Ruslan mengakui jika untuk tindak pidana korupsi itu sangat jarang penyidik tidak melakukan penahanan. Karena ketika lanjut di kejaksaan maka kejaksaan punya kewenangan untuk menahan. Sama halnya ketika dilimpahkan ke pengadilan itu hakim punya kewenangan menahan dan biasanya jika penyidik menahan maka penuntut umum juga akan menahan.

“Biasa nya penyidik akan menahan ketika penyidik akan menyerahkan tersangka ke penuntut umum kejaksaan. Tapi itu saya katakan tadi bahwa unsur pidananaya memenuhi syarat untuk ditahan secara objectif. Syarat subjektifnya tergantung dari penyidik apakah mau ditahan atau tidak,” terang Ruslan.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani dengan singkat mengatakan, pihaknya belum melakukan penahanan tanpa membeberkan alasan kenapa belum ditahan. “Belum,” singkat Dicky.

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Sulsel menetapkan istri Wakil Bupati Bone, Hj. Erniati, S.Pd sebagai tersangka, pada Senin (07/10/2019) lalu.

Erniati ditetapkan tersangka setelah Ditreskrimsus Polda Sulsel gelar perkara terkait kasus tersebut yang menyebabkan  kerugian Negara dari sebesar Rp4.916.305.000.

Selain istri wakil bupati Bone, Kepala Bidang Paud dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Bone juga menetapkan tiga tersangka lainnya. Diantaranya, Dra. Sulastri, M.Pd selaku Kepala Sekai Paud Dinas Pendidikan Kab.Bone, Drs. Muh Ikhsan, M.Si Selaku Staf Paud Dinas Pendidikan, dan Masdar S.Pd selaku Pengawas TK dinas Pendidikan Kab. Bone. (jar)

No Responses

Leave a Reply