Sembilan Tahun Disiksa Orang Tua Kandung

Sembilan Tahun Disiksa Orang Tua Kandung

RADARMAKASSAR.COM – Nasib naas menimpa Mansur (26) tahun. Pria yang memiliki gangguan keterbelakangan mental itu disiksa oleh orang tua kandungnya selama sembilan tahun.

Mansur berasal dari Kelurahan Galanggang, Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Kemarin, ia mendatangi Unit Pelaksana Tekhnis (Upt) Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sulsel untuk melaporkan penganiayaan yang dilakukan oleh orang tua kandungnya. ‘

Ia bilang, sudah disiksa orang tuanya sejak kelas 2 SD. “Saya dulu sekolah kelas dua, saya juga rajin mengaji, tapitidak lanjut sekolah. Tidak boleh sama bapak,” kata Mansur terbatah-batah saat menceritakan kisahnya.

Masa remajanya dilalui cukup pahit. Meski mengalami gangguan mental, namun komunikasinya lancar. Ia juga mengaku bisa melakukan pekerjaan rumah dengan baik.

Ia melanjutkan, saat beranjak remaja orang tuanya mempekerjakan dia di Malaysia dengan menarik gerobak berisi kelapa sawit menggunakan mulut.

“Umur 14 tahun saya sudah ke Malaysia, disuruh kerja di sana tarik gerobak isinya kelapa sawit. Tarik gerobak pake mulut, tangan ku diikat,” lanjutnya.

Mansur yang diantar oleh pendamping P2TP2A saat ditanya sesekali diam seakan tak ingin menceritakan kisah suramnya di masa lalu. Kondisi psikisnya yang belum pulih membuatnya sesekali enggan berkomentar ketika ditanya.

“Saya dari Malaysia langsung diikat pakai rantai di dalam kamar mandi, tangan dan kaki diikat juga, saya tidur sambil berdiri dan diikat,” paparnya sambil mempraktikkan gaya tidur berdiri dengan tangan terikat di atas.

Sedihnya lagi, Mansur hanya diberi makan sekali dalam sehari, itu pun jika orang tuanya ingat. “Saya makan seperti anjing, tanganku diikat. Saya juga minum air kotor,” lanjutnya.

Mansur akhirnya lolos dengan berusaha membuka jendela menggunakan mulutnya. Ia kemudian ditemukan penduduk sekitar lalu melaporkan hal ini ke polisi.

Psikolog yang disiapkan TP2A Sulsel, Agustin mengatakan jika penderitaan yang dialami Mansur telah menganggu mentalnya.

“Dari segi kejiwaan, ini Mansur tergolong menderita trauma berat. Kalau dari segi kejiwaan, sesuai yang disebutkan orang tuanya itu tidak benar,” ujar Austin.

Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi kejiwaan Mansur. “Kita akan dampingi terus karena trauma yang dialami terbawa di kehidupannya sekarang. Tadi saja melihat pintu mau didobrak, artinya masih ada bayangan traumatik itu di pikirannya,” ujar Austin.

Pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga kondisi kejiwaan Mansur membaik. “Orang tuanya atau bapaknya sudah ditahan, sementara ibunya menjadi tahanan kota di Bulukumba,” tukasnya.(**)

No Responses

Leave a Reply