Kejar WTP, Pemkab Takalar Berhasil Sita Asset Senilai Rp 2 miliar

Kejar WTP, Pemkab Takalar Berhasil Sita Asset Senilai Rp 2 miliar
RADARMAKASSAR.COM. Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar membenahi asset daerah, untuk mengejar opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari badan pemeriksa keuangan (BPK) semakin nyata dilakukan.
Asset daerah mulai dari nilai paling kecil hingga yang bernilai miliaran, yang sebelumnya dikuasai oleh pihak ketiga kini berhasil disita kembali. Saat ini asset tersebut berjejer di halaman Kantor Bupati.
Salah satu asset yang besar nilainya, yakni excavator milik Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Takalar yang nilainya ditaksir sekitar Rp 1,3 Miliar. Sebelumnya, excavator tersebut dikuasai oleh pihak ketiga dengan sistem sewa pada tahun 2017 yang lalu.
Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sirajuddin Saraba, Awal pengadaannya antara tahun 2011-2012, excavator tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas perikanan dalam hal ini pembuatan tambak. Namun, sempat rusak sebelum disewakan kepada pihak ketiga.
“Excavator yang sudah dikuasai oleh pihak ketiga kita sudah tarik kembali berdasarkan rekomendasi dari tim Korsupgah KPK, Sekarang sudah ada di kantor Bupati dan saat ini kita sedang menyusun regulasi agar dapat dipersewakan kembali,” jelas Sirajuddin Saraba.
Bupati Takalar Syamsari Kitta menyampaikan, bahwa penataan asset ini dalam rangka tata kelola pemerintahan yang baik  untuk mendapatkan predikat WTP.
“Dalam rangka tata kelola pemerintahan yang baik maka asset-asset dan masalah keuangan sementara kita tertibkan sesuai dengan aturan”, tegas Syamsari.
Syamsari menambahkan, semua itu bagian dari kegiatan tim Korsupgah KPK. Ia mengungkapkan bersyukur hadirnya tim Korsupgah KPK karena dapat membantu penataan asset dan keuangan daerah menjadi jauh lebih baik.
Selain excavator, puluhan kendaraan roda dua dan sejumlah kendaraan roda empat juga telah ditertibkan. Berdasarkan taksiran tim Korsupgah KPK total nilai asset di kabupaten Takalar yang berhasil ditata mencapai kurang lebih Rp 2 miliar.
(yrd)

No Responses

Leave a Reply