Dewan Diminta Perketat Pengawasan Proyek Rumah Impian di Parepare

Dewan Diminta Perketat Pengawasan Proyek Rumah Impian di Parepare

RADARMAKASSAR.COM – Proyek pengadaan rumah impian pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Parepare tahun anggaran 2019, mengundang perhatian sejumlah kalangan pegiat anti korupsi. Salah satunya datang dari LSM Mahatidana.

Ketua LSM Mahatidana, Muhlis Murni, berharap transparansi pelaksanaan proyek pembangunan 27 unit rumah sebesar Rp.1,9 miliar yang tersebar di kota bertagline taat asas, taat anggaran dan taat administrasi itu, lantaran dinilai rawan terjadi penyimpangan.

Bukan tidak mungkin, kata dia, apabila pengawasannya lemah bisa saja penerimanya tidak sesuai peruntukan. Dalam hal ini yang mesti dapat justru tidak dapat sementara yang menerima justru masyarakat yang dianggap mampu.

“Mesti transparan titiknya dimana saja, 27 rumah yang dibangun itu peruntukannya harus jelas dan tepat sasaran. Tentunya mengacu pada juknis,” tegas Muhlis, Rabu (6/11/2019).

Olehnya itu, Muhlis meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare, dalam hal ini Komisi III DPRD sekiranya lebih meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Termasuk penggunaan anggarannya dengan turun langsung mengecek material yang digunakan di lapangan.

Ia pun mengajak kepada masyarakat agar lebih pro aktif melakukan pengawasan terhadap proyek pemerintah yang notabene menggunakan uang negara ini, serta meminta Aparat Penegak Hukum (APH) setempat untuk memonitor jalannya pelaksanaan proyek tersebut.

“Asas manfaatnya harus dirasakan masyarakat. Jangan terkesan rekanannya hanya mengejar keuntungan namun mengabaikan kualitas,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pengadaan rumah impian, Andi Hasbullah, menjelaskan proyek pengadaan rumah impian merupakan pembangunan rumah baru bagi masyarakat yang memiliki lahan, dan tersebar di beberapa kelurahan di empat kecamatan se-kota Parepare.

Di Kecamatan Bacukiki tersebar di Kelurahan Lemoe, Lompoe, Galung Maloang dan Wattang Bacukiki. Di Kecamatan Bacukiki Barat tersebar di Kelurahan Kampung Baru, Lumpue, Sumpang Minangae, Bumi Harapan, dan Cappa Galung.

Di Kecamatan Ujung tersebar di Kelurahan Lapadde dan Labukkang. Adapun di Kecamatan Soreang tersebar di Kelurahan Bukit Indah, Bukit Harapan, dan Wattang Soreang.

Hanya saja, ia belum berkomentar lebih jauh terkait syarat penerima rumah impian. “Datanya ada di kantor. Saya di luar kota, ada kegiatan rakor,” tulisnya melalui pesan singkat. (ard)

No Responses

Leave a Reply