Kasus Korupsi Proyek Pipa di Palopo Rugikan Negara Rp 5 Miliar

Kasus Korupsi Proyek Pipa di Palopo Rugikan Negara Rp 5 Miliar

RADARMAKASSAR.COM – Penetapan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pipa di Dinas Tata Ruang dan Proyek Cipta Karya Kota Palopo terus menuai soal. Pasalnya, kasus yang melibatkan yang menyeret sejumlah pejabat itu kini terus didalami oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel.

“Proyek ini mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara berdasarakan hasil perhituangan BPK RI sebesar Rp 5.543.391.996,91. Dan kami akan terus mendalaminya,” ujar Kabid Humas Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.

Lebih lanjut, ia mengatakan, saat ini tujuh tersangka telah dilakukan gelar perkara. Sehingga status mereka yang tadinya hanya saksi kini menjadi tersangka.

“Pada Kamis 17 Oktober 2019 lalu kami telah melakukan gelar perkara terkait penetapan tersangka dengan hasil dan rekomendasi meningkatkan status saksi,” jelasnya.

Ditanya terkait akan ada penambahan tersangka, Dicky belum bisa memastikan karena kasus tersebut masih didalami Ditreskrimsus Polda Sulsel. “Tidak ada penambahan tersangka,” singkatnya.

Diketahui, kasus dugaan Tipikor Perencanaan SPAM, Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), Pengadaan dan Pemasangan Jaringan Pipa Wilayah,  serta Pengawasan Pengadaan Bangunan Pengambilan Air Bersi menetapkan tujuh tersangka yakni Ir. Irwan Arnold selaku PPK, Fausiah Fitriani selaku PPK, Hamsyari selaku POKJA, Anshar Dachri, selaku POKJA, Ir. Muhammad Syarif selaku Direktur PT. Indah Seratama. Drs. Asnam Andres selaku Direktur PT. Duta Abadi dan Bambang Setijowidodo selaku Direktur  PT. Perdana Cipta Abdipertiwi. (jar)

No Responses

Leave a Reply