Mandek di Polda, ACC : Pengadaan 1.000 Kandang Ayam ‘Proyek Fiktif’

Mandek di Polda, ACC : Pengadaan 1.000 Kandang Ayam ‘Proyek Fiktif’

RADARMAKASSAR.COM – Anti Corruption Commite (ACC) Sulawesi sangat menyayangkan sikap Polda Sulsel yang tak menuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan 1.000 Kandang Ayam di Palopo. Pasalnya, kasus yang ditangani Polda selama 4 tahun itu terkesan stagnan. Padahal sebagian besar fisik proyek diduga fiktif alias rekayasa.

Wakil Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun mengakui kasus dugaan 1.000 Kandang Ayam di Palopo merupakan satu dari rentetan kasus yang menjadi atensinya. Sebab, kasus tersebut, hingga saat ini tak diketahui sebagian besar fisiknya alias diduga fiktif.

“Sejak awal kami sangat menyayangkan sikap Polda Sulsel yang terkesan sengaja mengulur-ulur penyelidikan kasus ini. Padahal, faktanya sangat jelas. Di mana kandang ayam yang dimaksud diduga fiktif,” kata Kadir.

Menurutnya, penanganan kasus dugaan korupsi oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel hanya ada pada awal penyelidikan. Bahkan dia menilai Polda Sulsel tak komitmen dengan pemberantasan korupsi.

“Terlalu banyak kasus korupsi yang mau ditangani sendiri oleh Polda Sulsel. Satu di antaranya kasus kandang ayam di Kota Palopo itu. Tapi ujung-ujungnya tak ada yang berhasil dirampungkan alias mandek,” tuturnya.

Kendati, proyek tersebut merupakan program Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, yang pekerjaan awalnya dimulai 2014 lalu yang tersebar di Kelurahan Lebang 15 unit, Kelurahan Sampoddo 15 unit, dan Kelurahan Mawa 10 unit.

Kemudian, proyek dilanjut pada 2015, dimana pihak Pemkot Palopo terus melakukan inovasi dengan harapan dapat berjalan sukses dalam pengadaan budidaya ayam kampung unggul bagi 35 Kepala Keluarga (KK) calon penerima manfaat yang masing-masing 15 KK di Kelurahan Purangi dan 20 KK di Kelurahan Sendana.

“Padahal, pada APBD Perubahan tahun anggaran 2014 harusnya dibangun sebanyak 342 kandang. Sedangkan APBD 2015 dibangun kembali 658 kandang, sehingga totalnya 1.000 unit kandang ayam,” jelasnya.

Kendati, Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Krimsus) Polda Sulsel belum memberikan isyarat akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Masih penyelidikan,” singkat Kepala Subdit III Tipikor Ditkrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wiradjati, belum lama ini. (*)

No Responses

Leave a Reply