Kasus Proyek Pipa Palopo, Polda Segera Sidik Tuntas Tujuh Tersangka

Kasus Proyek Pipa Palopo, Polda Segera Sidik Tuntas Tujuh Tersangka

RADARMAKASSAR.COM – Kasus dugaan korupsi Proyek Pipa di Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo terus bergulir di Polda Sulsel. Pasalnya, kasus yang merugikan Negara Rp 5.543.391.996,91 itu berdasarkan temuan BPK dalam proses kelengkapan berkas.

Dirkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Augustinus B Pangaribuan menegaskan, kasus tersebut sudah masuk tahap pertama dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan. Namun, pihak Kejaksaan lakukan pengembalian berkas P19 untuk dilakukan kelengkapan.

“Sudah tahap 1, namun jaksa mengembalikan berkas P19. Dan saat ini sedang kita penuhi,” kata Augustinus, yang dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (06/01/2020) malam.

Ditanya terkait tujuh tersangka yang ditetapkan, Augustinus tak berkomentar banyak hanya saja pihaknya segera menindaklanjuti dan melakukan penyidikan secara tuntas. “Kita sidik tuntas,” ucapnya.

Ia pun tak menargetkan estimasi waktu dalam proses penyidikannya. Namun, pihaknya akan segera menyelesaikan proses kasus tersebut. “Tidak ada estimasi waktu, selesai akan kita kirim,” tegas Augustinus.

Sebelumnya, Polda Sulsel menetapkan tujuh orang tersangka masing-masing; Irwan Arnold, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Fausiah Fitriani selaku PPK, Hamsyari selaku PPK, Anshar Dachri yang diketahui tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja), Muhammad Syarif selaku Direktur PT Indah Seratama, Asnam Andres selaku Direktur PT Duta Abadi, dan Bambang Setijowidodo selaku Direktur PT Perdana Cipta Abdipertiwi.

Diketahui, proyek yang dimaksud yakni, proyek perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kelurahan Padang Lambe, Kecamatan Wara Barat, pengadaan dan pemasangan jaringan pipa di Wilayah Kecamatan Telluwanua, dan kegiatan pengawasan pengadaan bangunan pengambilan air bersih pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Palopo Tahun anggaran 2016. (*)

No Responses

Leave a Reply