Izin Publiq Terancam Tidak Diperpanjang

Izin Publiq Terancam Tidak Diperpanjang

Sanksi penutupan sementara bagi Tempat Hiburan malam (THM) di Kota Makassar sepertinya tidak membuat jera pemiliknya.

Seperti contohnya Publiq yang terletak di Jalan Arif Rate Makassar. Beberapa tahun lalu telah diberikan sanksi namun kenyataannya masih melakukan pelanggaran yang sama. Yakni berkedok cafe and resto.

Bahkan sejumlah THM ditengarai telah membuka usaha hingga pukul 04.00 dini hari dan melakukan penjualan minuman beralkohol (minol) tanpa izin.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar Syahruddin mengatakan, pada prinsipnya THM nakal seperti itu harus berdasarkan perizinan.

“Kalau memang tidak ada ijin memang sebaiknya ditindaki apalagi tidak sesuai dengan peruntukan serta melampaui batas jam operasionalnya kita tutup saja,” kaya Syahruddin, kemarin.

Dari Disdag sendiri dikatakan Allu sapaan Syahruddin, pengawasannya berada pada ranah kegiatan usahanya, sementara untuk perijinan ada di PTSP dan jam operasional oleh Dinas Pariwisata.

Sehingga diperlukan tim terpadu dari beberapa Dinas terkait termasuk Satpol PP sebagai penegak perda untuk bersama sama menyelesaikan persoalan yang telah meresahkan masyarakat itu

“Kita akan turun bersama nanti melihat apakah melaksanakan kegiatan tidak sesuai dengan perijinan atau bagaimana, nanti hasilnya kita akan rekomendasikan kesatpol PP untuk dilakukan penyegelan,” ungkapnya.

Allu berjanji jika pihak Disdag dalam waktu dekat akan turun melakukan penindakan disejumlah THM di Makassar. “Kita tinggal tunggu perintah dari atasan, apalagi kemarin kita memang sudah rapatkan. Karena kalau mengarah kepenutupan harus tim terpadu yang lakukan,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas DPM-PTSP Kota Makassar Andi Bukti Djufrie menegaskan jika persoalan berlarut larut dan sering berulang ulang pihaknya berjanji tidak akan mengeluarkan izin.

“Tetapi kita tunggu dulu bagaimana kesepakatan dari tim terpadu. Kita juga tunggu dari tim pengawasan mengundang kita untuk mebahas bagaimana penindakannya,” tandasnya.

Olehnya, Bukti juga berjanji tidak akan memperpanjang maupun menerbitkan izin THM tersebut jika terbukti melakukan pelanggaran apalagi telah berulang ulang.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Makassar, Andi Karunrung menyebut bahwa pada perda nomor 5 tahun 2011 sangat jelas disenutkan mengenai regulasi jam operasional THM

“Jelas sekali itu perda, disitu disebutkan jelas, bahwa sampai pukul 02.00 dini hari THM harus tutup.diluar dari itu sudah pelanggaran,” tutup Andika sapaannya. (nra/rah)

No Responses

Leave a Reply