Publiq Melanggar Izin, PJ Wali Kota : Harus Ditutup

Publiq Melanggar Izin, PJ Wali Kota : Harus Ditutup

Upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Walikota (Perwali) Kota Makassar tentang penjualan minuman beralkohol (minol) hingga kini masih lemah.

Diketahui, kafe Publiq Dine & Wine yang berada di Jalan Arif Rate Kota Makassar memang sudah terkenal di kalangan masyarakat menyediakan berbagai jenis minuman keras secara bebas.

Meski tak asing lagi dengan aktifitasnya, kafe tersebut masih terus beroperasi dengan leluasa, padahal Publiq dianggap bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali) No 5 tahun 2011 tentang tanda daftar usaha, Bab 8 ketentuan larangan.

Dimana, Pasal 33 ayat 1 menyebut Pendirian tempat usaha rumah bernyanyi keluarga, karaoke, club malam, diskotik dan panti pijat dilarang berada dalam radius 200 meter dari tempat ibadah dan sekolah.

Sementara, jarak antara Publiq dengan sekolah dan tempat ibadah hanya berkisar 20 meter, atau hanya bersebelahan jalan dengan tiga sekolah, diantaranya Yayasan Joseph, Taman Kanak kanak (TK) Katolik Rajawali, Sekolah Dasar (SD) Katolik Joseph Rajawali dan SLTP Rajawali. Ironisnya lagi Publiq juga berhadapan dengan tempat ibadah (Gereja).

Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Samad Suhaeb mengatakan, selama ini ada kesalahan dalam manajemen penjualan minuman beralkohol, meskipun secara resmi kafe boleh menjualnya.

“Memang secara resmi penjualan minol boleh di kafe, tetapi harus minum ditempat dan tidak menyalahi aturan aturan yang berlaku,” kata Iqbal Suhaeb, kemarin.

Menurut Iqbal, kafe yang terindikasi adanya ketidak sesuaian dengan aturan pemerintah kota harus ditutup. Apalagi kafe melakukan penjualan minol tidak sesuai dengan izin.

“Harus ditutup dan gak boleh lagi, dan menjual itu harus sesuai dengan izinnya. Kalau izinnya kafe yah harus kafe tidak boleh yang lain,” tegasnya.

Kepala Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar Iman Hud sebelumnya mengatakan, hasil sidak yang telah dilakukan beberapa kali sudah cukup untuk dijadikan bahan dalam pemberian sanksi.

“Namun temuan tersebut itu diteruskan kepada instansi terkait, seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata dan Dinas Perizinan Makassar,” kata Iman Hud.

Namun Iman juga memastikan akan sesering mungkin turun untuk sidak jika pemilik THM berkedok cafe itu masih tetap membandel melakukan aktivitasnya menjual minuman keras.

“Nanti kita lihat sanksi apa yang bakal kita terapkan bagi pemilik THM yang membandel. Dan pasti kita masih akan turun,” ujarnya.

Owner Cafe Publiq Dine & Wine Erik bersikukuh bahwa usaha miliknya memiliki izin menjual minuman beralkohol. Hanya saja belum ada kepastian mengenai perpanjangan izinnya.

“Izinnya ada, cuma belum diperpanjang, kita sudah ajukan perpanjangan izin tetapi belum ada kepastian. Sebelumnya kan kita ada izinnya,” kata Erik. (nra)

No Responses

Leave a Reply