Disinyalir Keluarganya Positif Covid-19, Rapat Komisi DPRD Bulukumba Diskorsing

Disinyalir Keluarganya Positif Covid-19, Rapat Komisi DPRD Bulukumba Diskorsing

BULUKUMBA,RADARMAKASSAR.com – Lintas Komisi Anggota DPRD Bulukumba gelar rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah dan membahas mengenai anggaran penaganan Covid-19 di Kabupaten Bulukumba.

Namun saja, rapat tersebut tiba-tiba di skorsin dengan waktu tidak ditentukan lantaran diketahuinya ada salah seorang peserta rapat keluarga yang disinyalir Swabnya Positif Covid-19. Sebelumnya, diketahui keluarga yang bersangkutan sudah merawat pasien positif di Puskesmas Tanete, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba

H. Patudangi Aziz selaku Wakil Ketua II DPRD Bulukumba yang juga hadir dalam rapat tersebut membenarkan bahwa rapat tersebut tiba-tiba di skorsin dengan waktu yang tidak di tentukan. “Ia benar tadi rapat di skorsin dengan waktu yang tidak ditentukan gara-gara ada keluarga salahsatu peserta rapat disinyalir positif Covid-19”, Ujar H. Patudangi.

Patudangi melanjutkan, setelah rapat bubar saya langsung perintahkan Satgas Relawan Patudangi untuk menyemprot semua ruangan Di DPRD. “Timku tadi sudah semprot semua ruangan di DPRD, kita berharap semuanya baik-baik saja”, tambahnya.

Sementaara hari ini juga, Senin 8/6/20 Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Bulukumba telah resmi mengumumkan 8 orang warga Bulukumba yang positif Covid-19. “Hari ini kita menerima hasil Swab dari Dinas Kesehatan Provinsi yang mana hasil Swab tersebut dari petugas medis kita yang ada di Kabupaten Bulukumba. Dari 153 yang kita Swab ada 8 orang yang positif,” kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 AM Sukri Sappewali saat memberikan keterangan di Kantor Bupati, Senin (8/6/2020).

Dikatakannya, bahwa mereka positif karena konsekwensi dari pengabdiannya sebagai petugas medis sehingga rawan terpapar Covid-19. “Untuk itu pemerintah daerah bertekad bagaimana bisa menyembuhkan mereka dan mengevakuasi untuk dirawat di Makassar,” tambah AM Sukri Sappewali.

Bupati dua periode itu melanjutkan, dari 6 Nakes tersebut, 1 orang adalah dokter dari RSUD dan 1 orang adalah dokter Puskesmas Tanete dan 4 orang tenaga perawat. “Ada 1 orang anak dari Nakes umur 3 tahun, tapi orang tuanya yang Nakes hasil Swabnya negatif. Kemungkinan anak ini terpapar karena sering dibawa ke Puskesmas,” imbuhnya.

Olehnya itu ia berharap mulai saat ini, petugas kesehatan tidak membawa anak-anaknya di fasilitas kesehatan, apalagi kalau anak-anak memasuki ruang perawatan atau area terlarang.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dr. Wahyuni menyampaikan setelah adanya tambahan pasien positif tersebut, pihaknya kembali akan melakukan upaya-upaya pencegahan penularan seperti penelusuran kontak erat, dan penyemprotan disinfektan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan.

“Hari ini kami dapat berita yang cukup menyedihkan karena tenaga kesehatan sebagai garda terdepan ternyata terpapar. Namun kasus ini tidak menurunkan semangat kami untuk tetap mengajak tenaga kesehatan dalam upaya penanggulangan dan pencegah penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

dr Wahyuni tetap mengharapkan masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan, seperti setiap saat memakai masker, menjaga jarak, dan sering cuci tangan.

Dengan bertambahnya pasien positif Covid-19 Bulukumba maka jumlah kasus positif Covid-19 saat ini sebanyak 20 orang, dimana 10 orang sudah sembuh dan 10 lainnya masih dirawat. (fad)

No Responses

Leave a Reply