Jumlah Petani Bertambah 8 Juta Orang, Andi Akmal Minta Pemerintah Mensikapi Dengan Tindakan

Jumlah Petani Bertambah 8 Juta Orang, Andi Akmal Minta Pemerintah Mensikapi Dengan Tindakan

JAKARTA, RADARMAKASSAR.com – Menanggapi pernyataan pemerintah ada pertambahan jumlah petani sebanyak 8 juta orang, Anggota DPR RI Komisi IV, Andi Akmal Pasluddin, meminta negara bertindak cepat untuk memberi regulasi dan kemudahan bagi pelaku usaha tani baru agar tetap betah dan bertahan meski pandemi nantinya akan berakhir.

“Saat ini kan sudah ada lembaga yang memberikan gambaran sebagai masukan pada pemerintah akan adanya proporsi pengangguran berusia muda di Indonesia yang sangat tinggi, bahkan tertinggi di Asia Tenggara. Angka 20% pengangguran muda relatif tinggi dibanding negara Asia tenggara lain yang belum menyentuh angka 15%. Untuk itu, ini kesempatan pemerintah memberi alternatif jalan keluar pada calon petani muda yang nantinya menjadi profesional di bidang pertanian”, tutur Akmal.

Politisi PKS ini mengatakan, bahwa sejak adanya pandemi lebih setahun lalu memang telah mengguncang negara-negara dunia termasuk Indonesia. Khusus guncangan kepada Indonesia sangat telak karena memang pondasi ekonomi negara ini rapuh hingga pertumbuhan jatuh ke titik minus.

Kondisi Alam Indonesia sangat mumpuni untuk menampung SDM calon profesi pertanian sebanyak apapun. Bentangan alam dan tanah garapan baik di bidang Kelautan, perikanan, tambak dan garam, maupun bidang pertanian peternakan kehutanan yang akan cocok dengan kondisi negara ini. SDM kita yang sangat banyak ini mestinya dapat tertampung di bidang pertanian pangan termasuk perikanan kelautan karena ruang garapan masih banyak.

Namun Akmal mengatakan, keahlian, minat dan harapan di bidang pangan ini meragukan bagi sebagian masyarakat Indonesia sehingga mereka akibat pandemi ini beralih profesi ke petani baru seolah akibat keterpaksaan. Padahal bila pemerintah mau membantu dan mengarahkan termasuk memberikan bimbingan, akan ada harapan besar yang dapat di capai baik persoalan ekonomi maupun kebutuhan pangan. Bahkan bila ini terkoordinir secara baik secara luas satu negara Indonesia, maka akan sangat mungkin memberi kontribusi kenaikan cadangan pangan Nasional.

“Saya minta kepada pemerintah, agar jangan ragu menseriusi bidang pertanian pangan ini. Bukti untuk tidak ragu adalah, menaikkan porsi APBN di komisi IV, bidang pertanian, pangan, perikanan kelautan, dan kehutanan sehingga SDM negara kita menjadi penduduk aktif keluar dari angka pengangguran”, tutup Andi Akmal Pasluddin. (**)

No Responses

Leave a Reply