Tersangka Pungli Kanrerong Segera Masuk Persidangan 

Tersangka Pungli Kanrerong Segera Masuk Persidangan 

Radarmakassar.com – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar akhirnya merampung penyidikan kasus dugaan pengutan liar (Pungli) dikawasan Kuliner Kanrerong Karrebosi Makassar.

Kepala Seksi Bidang Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Makassar, Muhammad Resky mengatakan tercatat hari tersangka MS dan Barang Bukti telah diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk segera disidangkan.

“Hari ini sudah tahap 2 (Penyerahan Barang Bukti dan Tersangka) dari penyidik Ke JPU,” ucapnya saat dihubungi melalui via telepone, Selasa (22/6/2021).

Kata dia, pasca tahap 2 dilakukan, dalam 20 hari kedepan Jaksa Penuntut Umum akan mulai bekerja dalam mengagendakan untuk dilakukan persidangan.

“20 hari kedepan akan diagendakan untuk Masuk Persidangan, tersangka sudah jadi tahanan JPU,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Advokasi dan Anti Korupsi Sulsel (Pukat Sulsel) Farid Mamma mendukung langkah yang dilakukan oleh Penyidik Kejari Makassar dalam penyelesaian kasus dugaan tindak pidana korupsi di Kota Makassar.

“Tentunya kami sangat mengapresiasi akan Kinerja dari Kejari Makassar dalam tuntaskan kasus dugaan Pungli di Kawasan Kuliner Kanrerong Ini,” Sebutnya.

Namun, Ia berharap pada JPU agar nantinya membuka secara terang-benderang terkait kasus ini sehingga fakta sebenarnya terkait kasus ini bisa terungkap,” harapnya.

Diketahui, dalam kasus dugaan pungli di Kawasan Kuliner Kanrerong, Kejari Makassar telah menetapkan Kepala UPTD Kanrerong Makassar, Muhammad Said sebagai tersangka.

Ia diduga mengalihkan 31 lapak di Kanrerong dari Pedagang Kaki Lima (PKL) lama ke pedagang baru tanpa adanya prosedur Tanda Daftar Usaha (TDU) sebagaimana dimaksud dalam Perwali nomor 29 tahun 2018 tentang PKL Kanrerong.

“MS diduga dengan sengaja melakukan penyewaan atau mengontrakkan kios secara tidak sah, baik langsung ataupun sebagai perantara sejumlah lapak disertai ancaman atau peringatan pencabutan ID Card sebagai pedagang terhadap penyewa kios yang tidak melalui perantara bersangkutan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Andi Sundari dalam konferensi persnya perkara tersebut di Aula Kejari Makassar, Kamis 25 Maret 2021).

Tak hanya itu, kata Sundari, tersangka juga telah menerima pemberian uang hasil sewa atau jual beli kios di Kawasan Kuliner Kanrerong sebesar Rp190 juta.

“Tersangka kita tahan agar tidak mengulangi perbuatannya serta mengurangi barang bukti dan jangan sampai melarikan diri” ujar Sundari.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka diancam dengan Pasal 12 huruf e atau huruf B UU no 20 tahun 2001 tentang perubahan UU 99 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (Nca)

No Responses

Leave a Reply