IZI Salurkan Produk Abon Olahan Daging Qurban di Wilayah 3T

IZI Salurkan Produk Abon Olahan Daging Qurban di Wilayah 3T

Radarmakassar.com – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) kembali menyalurkan Abon Kita Qurban dengan menyasar masyarakat di wilayah-wilayah Tertinggal, Terluar dan Terjauh (3T).

IZI menyalurkan 74 bungkus Abon Kita Qurban di wilayah perkampungan kumuh samping STIE Nobel, Jalan Hertasning, Kota Makassar, Kamis (22/7).

“Jadi pada hari ini, kurang lebih sekitar 74 kepala keluarga menerima secara simbolis produk abon olahan dari hewan kurban kami,” ujar Direktur Kemitraan dan Edukasi Zakat LAZNAS IZI, Dedi Fenlosa, Kamis (22/7).

Penyaluran Abon Kita Qurban ini berasal dari 1,2 ton daging sapi dari 2300 donatur yang mempercayakan daging kurbannya kepada IZI untuk diolah menjadi abon sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Sekedar diketahui, olahan Abon Kita Qurban ini merupakan produk abon yang praktis dan bisa dikonsumsi langsung.

Dedi mengatakan Abon Kita Qurban ini berasal dari 1,2 ton daging sapi yang diolah menjadi 15.000 bungkus abon yang nantinya akan di bagikan ke 3 wilayah, yakni Makassar, Lumajang dan Bone.

“Nantinya kami akan melanjutkan penyebaran abon ini ke wilayah-wilayah yang lain, terutama di wilayah 3 T (Tertinggal, terluar dan terjauh) dan juga wilayah-wilayah yang mengalami bencana, kedepannya kami juga akan bagikan. Total kurang lebih ada 15 ribu bungkus abon yang akan kami sebarkan,” ungkapnya.

Dedi mengatakan Abon Kita Qurban ini merupakan kali kedua IZI melakukan penyaluran. Hari ini (kemarin), kata dia penyaluran abon bukan hanya di Makassar, melainkan juga di wilayah Bone dan Lumajang.

“Karena untuk pengolahan kita ada dua titik di Lumajang dan di Makassar. Jadi bersamaan melakukan penyebaran olahan abon IZI,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dedi berharap dengan adanya produk Abon Kita Qurban menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin melakukan pengolahan maupun yang ingin menyimpan hasil daging kurbannya, sehingga daging tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat di wilayah 3T.

“Mudah-mudahan dengan adanya produk abon ini, menjadi alternatif bagi masyarakat kita dalam melakukan pengolahan ataupun dalam menyimpan hasil daging kurbannya, sehingga manfaat dari daging kurban tersebut lebih lama dibandingkan dengan daging dalam bentuk masih segar. Dan juga mudah-mudahan ini bisa lebih menyebar untuk masyarakat indonesia, dan juga tentunya bisa bermanfaat bagi para keluarga yang menerima,” harapnya.(mg2)

No Responses

Leave a Reply