Aktivis Cium Aroma Dugaan Korupsi Proyek TPS dan Talud di Gowa 

Aktivis Cium Aroma Dugaan Korupsi Proyek TPS dan Talud di Gowa 

Radarmakassar.com – Aktivis Lembaga Antikorupsi Sulsel (LAKSUS) mencium adanya aroma dugaan tindak pidana korupsi pada proyek Talud serta proyek pembangunan Pengelolaan Sampah (TPS) yang dikerjakan di Kabupaten Gowa, Sulsel.

Proyek yang kabarnya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019- 2020 ini dinilai tidak memberikan efek serta fungsi yang maksimal kepada masyarakat.

Direktur LAKSUS, Muh Ansar, menegaskan selain proyek TPS yang terkesan mubasir, sejumlah proyek Talud yang dikelola Dinas PUPR Gowa, diduga tidak sesuai spesifikasi. Lantaran fisik yang berdiri terkesan bentuknya pondasi, tidak terdefinisi sebagai talud yang sebenarnya.

“Yang dikatakan talud adalah dinding yang terbuat dari tumpukan batu kali yang disusun sedemikian rupa sebagai penahan tanah atau bangunan. Fungsinya untuk menjaga struktur tanah agar tetap stabil dan tidak bergeser. Namun yang dibangun diduga menyerupai pekerjaan pondasi bukan talud,” tegas Muh Ansar.

Kata, Muh Ansar beberapa proyek Gowa itu di soroti terkait spesifikasinya, antara lain, Paket XV Pembuatan Talud Jalan Poros Limbung – Mandalle di Kecamatan Bajeng Barat yang menelan anggaran 1,4 Miliar tahun anggaran 2020.

Selanjutnya, Paket XVI Pembuatan Talud Jalan Paccelekkang-Batas Makassar yang menelan anggaran Rp700 Juta tahun anggaran 2020.

Kemudian Paket XIII Pemasangan Talud Desa Biringala Kecamatan Barombong yang menelan anggaran 750 Juta tahun anggaran 2019.

“Kami menduga semua proyek ini tidak sesuai spesifikasi,” tuturnya.

Ia menyebutkan pihaknya saat ini tengah menyusun draf guna melaporkan kejadian tersebut ke Aparat Penegak Hukum baik dari Polda Sulsel maupun Kejaksaan Tinggi.

“Sejumlah paket itu sementara kami rampungkan datanya. Dan dalam waktu dekat akan kami laporkan ke aparat penegak hukum (APH),” tegas Muh Ansar. (Nca)

No Responses

Leave a Reply